Tulungagung—Sejak berdirinya Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung telah mengupayakan program strategis untuk menguatkan kualitas mahasiswanya.
Beberapa program diciptakan dan ditradisikan dalam rangka mengembangkan sepak terjang kemahasiswaan dan sistem kelembagaan. Pelbagai instansi luar yang memiliki kesamaan visi-misi dengan Prodi ini dijadikan mitra kolaborasi.
Salah satu instansi yang diajak kolaborasi untuk mengembangkan sistem kependidikan dan pengetahuan di bidang kesejarahan dan manuskrip adalah komunitas Asta Gayatri Tulungagung.
Terdapat sejumlah mahasiswa program studi SPI oleh pengelola Prodi dikirim ke komunitas Asta Gayatri untuk belajar sejarah dari dekat. Beberapa mahasiswa yang terlibat di dalamnya bukan hanya diajak belajar serius secara kognitif tapi juga diajak kolaborasi di bidang penelitian.
Terbukti terdapat skripsi dan beberapa laporan penelitian lainnya yang lahir dari tangan dingin mahasiswa sebab kolaborasi dengan pegiat komunitas Asta Gayatri ini.
“Pengelola Prodi sudah lama mengirimkan mahasiswa untuk belajar dan praktik magang di sana misalnya mahasiswa semester tiga, sejak sebelum covid malahan,” tutur Rizal Zamzami Dosen SPI.
Di sisi lain, Koordinator Program Studi SPI, Hibbi Farihin juga menambahkan bahwa motivasi terbesar mahasiswa SPI mengikuti kegiatan dan pembelajaran di Asta Gayatri adalah karena dia ingin belajar arkeologi, sejarah Hindu-Budha, dan khususnya aksara Jawa kuno.
Menurutnya pembelajaran aksara Jawa kuno khususnya yang intens berhubungan langsung dengan sejarah klasik sangat berat untuk dipelajari. Bahkan karena kelangkaan ilmuwan dan pengetahuan tentangnya menjadikan pengetahuan ini nyaris hilang dan tidak berkembang.
Mahasiswa SPI UIN SATU Tulungagung yang sudah sejak lama memiliki kedekatan dengan komunitas Asta Gayatri diharapkan dapat menjadikan akses ini sebagai kegiatan yang positif.
Hibbi Farihin berharap agar program ini terus diintenskan hingga dapat memberikan banyak kemanfaatan kepada mahasiswa sejarah kebudayaan Islam pada khususnya dan kepada pengembangan instansi pada umumnya.
Sebagai pamungkas, Hibbi Farihin mengatakan bahwa nantinya pembelajaran bukan hanya fokus di lingkar kampus maupun di komunitas Asta Gayatri Tulungagung.
Ke depan, Prodi SPI akan terus melebarkan sayap dengan menjangkau ruang kreatif atau komunitas sejarah lainnya di luar Tulungagung, salah satunya Komunitas Pasak.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
