Pameran Fotografi Frames & Frequencies 2026 Jadi Wadah Ekspresi dan Apresiasi Karya Mahasiswa KPI UIN SATU

Kontributor:

Tulungagung, 7 Juli 2026 –  Pameran Fotografi Frames & Frequencies 2026, diselenggarakan oleh mahasiswa semeter 4 Prodi KPI UIN SATU Tulungagung, dan bertempat di Aula Gedung Arif Mustaqiem Lantai 6. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Fotografi yang diampu oleh Mohammad Khadziqun Nuha M.Pd.I , serta menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya fotografi sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi visual melalui media foto.

Pameran dibuka sejak pukul 08.00 WIB dan menghadirkan berbagai karya fotografi yang mengangkat beragam emosi, pengalaman, serta realitas kehidupan sehari-hari. Andrean, selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa melalui tema “Feelings in Frame”  para peserta diharapkan dapat menyampaikan cerita dan makna di balik setiap bidikan kamera sehingga pengunjung dapat merasakan pesan yang ingin disampaikan oleh fotografer.

Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang pelaksanaan acara. Pengunjung tampak mengamati setiap karya yang dipamerkan serta berdiskusi mengenai teknik pengambilan gambar, komposisi, dan makna di balik setiap foto. Interaksi tersebut menjadikan pameran tidak hanya sebagai ruang pamer karya, tetapi juga sebagai media edukasi dan apresiasi terhadap seni fotografi.

Selain pameran karya, juga terdapat kegiatan Workshop dengan tema  “The Art of Visual Storytelling” . Workshop ini menghadirkan fotografer profesional, Dhimas Indra F. Y., S.Sn sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh materi mengenai berbagai teknik dasar fotografi,  hingga cara menghasilkan foto yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga mampu menyampaikan pesan kepada audiens.

“Foto yang baik itu enak dilihat dan juga bisa bercerita. Cerita lebih penting daripada teknik, jadi jangan sampai melupakan cerita” Ungkap Dhimas (7/7)

Melalui penyelenggaraan Pameran Fotografi Frames & Frequencies 2026, mahasiswa KPI UINSATU berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya sebagai wadah ekspresi, pembelajaran, serta pengembangan kemampuan fotografi dan visual storytelling bagi mahasiswa.

“Terima kasih kepada kalian atas usaha, waktu, dan biaya yang telah kalian curahkan. Dalam fotografi, teori saja tidaklah cukup. Kalian perlu terjun langsung untuk berlatih dan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama ini” Pungkas Nuha (7/7)

Penulis: M. Abiyyu Dwi Nugroho

Skip to content