Lentera Fest 2026: Event Penyintas Kekerasan Berbasis Gender Pertama yang Digagas Mahasiswa KPI UIN SATU Tulungagung

Kontributor:

Tulungagung (10/7), Kelompok mata kuliah Manajemen Humas mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 6 Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung sukses menggelar Lentera Fest 2026, sebuah event yang bergerak dibidang penanganan dan pencegahan kekerasan berbasis gender. Event yang berlangsung sejak 2 Juni hingga 9 Juli 2026 ini digelar secara hybrid, menyasar guru bimbingan konseling (BK) dan siswa SLTP se Tulungagung, hingga warganet.

Ketua pelaksana Lentera Fest 2026, M. Abiyyu Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa event ini lahir dari keprihatinan atas maraknya kasus kekerasan berbasis gender, mulai dari perundungan, perundungan siber, hingga kekerasan seksual, yang menimpa remaja usia SMP. Menurutnya, anak-anak di usia tersebut umumnya belum memiliki keberanian maupun bekal pengetahuan untuk bersuara dan melawan kekerasan yang mereka alami.

Berangkat dari keresahan tersebut, Lentera Consultants membentuk panitia guna merancang rangkaian acara yang dibuka pada 2 Juni 2026 dengan peluncuran lomba film pendek bertajuk “Lentera Short Movie Competition” untuk siswa SLTP se-Karesidenan Kediri, yang digelar sepenuhnya secara online. Pendaftaran peserta menggunakan Google Form dan resmi ditutup pada 14 Juni 2026, dilanjutkan dengan technical meeting via Google Meet pada 15 Juni 2026. Dari 10 tim yang sempat mendaftar, ada dua tim mengundurkan diri sehingga tersisa delapan tim peserta, yaitu Titikta Cinema dari MTsN 2 Tulungagung, Astakara dan Masekosi dari SMPN 1 Tulungagung, Spesensa Film dari SMPN 1 Sendang, Cakrawala Teather dari SMPN 6 Tulungagung, MU Movie Production dari SMP Alam Mutiara Umat, Konkreat Arpega dari SMPN 3 Tulungagung, dan Empero dari SMPN 2 Tulungagung. Pengumpulan karya jatuh tempo pada 6 Juli 2026, karya diunggah melalui Instagram yang dikolaborasikan dengan akun @lentera.fstvl, dan sehari setelahnya, tepatnya 7 Juli 2026, panitia mengumumkan lima tim finalis melalui akun yang sama.

Selain menggelar kompetisi film, panitia turut menyasar tenaga pendidik lewat Workshop Penanganan Kekerasan Berbasis Gender yang dilaksanakan pada 11 Juni 2026 secara tatap muka di SMP Negeri 2 Sumbergempol Tulungagung. Workshop ini merupakan hasil kolaborasi dengan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) tingkat SLTP se-Tulungagung, dengan menghadirkan Direktur Woman Crisis Center (komunitas penyintas kekerasan berbasis gender), Ana Abdillah, S.H.I., M.H., sebagai pemateri.

Rangkaian panjang tersebut akhirnya bermuara pada puncak acara yang digelar pada 9 Juli 2026 di Auditorium Gedung Prajnaparamita UIN SATU Tulungagung, melalui dua agenda utama yaitu Lentera Talkshow dan Grand Final Lentera Short Movie Competition. Lentera Talkshow menghadirkan Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Tulungagung, Dwi Yanuarti, S.E., serta Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Islam UIN SATU Tulungagung, Irfana Soleha, S.Sos., M.Ag., sebagai pemateri, dengan moderator dari mahasiswa KPI. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan UPTD PPA Kabupaten Tulungagung yang dibuka dengan sambutan dari M. Abiyyu Dwi Nugroho selaku ketua pelaksana, serta Ajeng Fajarwati Sumarna, M.A., selaku penanggung jawab Lentera Fest 2026.

Usai talkshow, acara dilanjutkan dengan Grand Final Lentera Short Movie Competition yang menayangkan karya lima tim finalis, yaitu Titikta Cinema, Astakara, Masekosi, Cakrawala Teather, dan Konkreat Arpega. Penilaian dilakukan secara langsung oleh dewan juri dari Dosen KPI UIN SATU yang berkompeten di bidang produksi film dan sinematografi, yakni Agus Widodo, M.Si. dan Mohammad Khadziqun Nuha, M.Pd.I. Di setiap jeda pergantian film, pembawa acara turut mewawancarai singkat masing-masing tim (terkait proses pembuatan film) untuk memberi ruang penilaian yang lebih intensif bagi juri. Rangkaian Grand Final ini ditutup dengan penganugerahan bagi para pemenang lomba.

Melihat keseluruhan rangkaian acara tersebut, terlihat bahwa Tim Lentera Consultant selaku kelompok mata kuliah Manajemen Humas berupaya menghadirkan penanganan kekerasan berbasis gender secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas guru BK lewat workshop, edukasi bagi siswa SLTP melalui talkshow, hingga penyadaran warganet lewat kompetisi film pendek. Dengan pendekatan tersebut, panitia berharap tercipta standar penanganan kasus kekerasan berbasis gender yang lebih baik, sekaligus mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

Penulis: Muhammad Abiyyu Dwi Nugroho

Skip to content