Seminar Geopolitik Timur-Tengah dengan tema “Meneroka Tatanan Baru Timur-Tengah Pasca Perang Amerika-Israel vs Iran”

Kontributor:

Tulungagung – Jurusan Adab Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN SATU Tulungagung menyelenggarakan kegiatan seminar geopolitik Timur-Tengah dengan tema “Meneroka Tatanan Baru Timur-Tengah Pasca Perang Amerika-Israel vs Iran” di Aula Gedung Prajna Paramita lantai 5 pada Rabu (22/04/2026).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Zezen Zainal Mutaqin S.J.D., pengamat geopolitik Timur Tengah sekaligus dosen Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), serta Prof. Dr. KH. Kholid Al-Walid, M.Ag., pakar Iran dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Diawali sambutan oleh Prof. Dr. Abad Badruzaman, Lc., M.Ag., Guru Besar Bidang Tafsir UIN SATU Tulungagung, yang sekaligus bertindak sebagai keynote speaker. Ia menyampaikan rasa bangga atas terselenggarakannya kegiatan ini serta kehadiran para narasumber untuk kedua kalinya di UIN SATU Tulungagung.

“Kegiatan ini sebagai wadah pengembangan akademik kampus dengan memanfaatkan isu-isu global. Mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu secara teoritis di bangku kuliah, tetapi juga mengajarkan dituntut memiliki kepedulian dan  sensitivitas terhadap isu-isu yang berkembang di tingkat lokal, regional, maupun global.,’’ ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Kholid menujukkan kondisi dunia yang mengalami perubahan secara signifikan melalui tayangan video pasca perang Amerika-Israel vs Iran. Ia menekankan bahwa para akademisi Muslim perlu memiliki kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi dinamika global demi masa depan bangsa dan umat Islam di Indonesia.

“Negara seperti Iran mampu menunjukkan pendekatan baru melalui pengembangan teknologi. Hal ini membuktikan bahwa negara-negara Islam memiliki potensi dalam bidang sains dan teknologi yang selama ini sering dipandang sebelah mata,” tegasnya.

Sementara itu, Zezen Zainal turut membahas perubahan tatanan global yang berpotensi terjadi pasca konflik di Timur Tengah. Ia menyampaikan bahwa perang Amerika–Israel vs Iran menjadi momen penting yang implikasinya tidak hanya dirasakan oleh Iran, tetapi juga negara-negara Muslim, termasuk Indonesia.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengambil pelajaran dan hikmah untuk diterapkan dalam memperbaiki kondisi di Indonesia saat ini,” ujarnya.

Kegiatan seminar ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan civitas akademika. Diskusi interaktif yang terbangun selama sesi pemaparan materi hingga tanya jawab menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu geopolitik global, khususnya dinamika yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Hal ini sekaligus mencerminkan pentingnya ruang akademik yang mampu menghubungkan kajian keilmuan dengan realitas global yang terus berkembang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami dinamika geopolitik secara teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan sudut pandang kritis dan responsif terhadap berbagai isu global. Seminar ini menjadi salah satu upaya dalam mendorong mahasiswa untuk lebih adaptif, terbuka, serta memiliki kesadaran intelektual dalam menghadapi perubahan tatanan dunia yang semakin kompleks.

Penulis: Friska Novi Rahmadani

Skip to content