Selamat Jalan Prof. Maftukhin: Jejak Pengabdian yang Akan Selalu Dikenang

Kontributor:

Innalillahi wa innailaihi rojiun

Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN SATU Tulungagung menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya guru besar kampus, Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag. Beliau meninggal dunia pada 20 Mei 2026 pukul 06.12 WIB. Semasa hidupnya, Prof. Maftukhin dikenal sebagai sosok yang ramah, berdedikasi, serta memberikan kontribusi besar bagi perkembangan akademik dan kemajuan UIN SATU Tulungagung. Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh civitas akademika dan mahasiswa.

Semasa hidupnya, Prof. Maftukhin dikenal sebagai akademisi yang berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam. Beliau tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi teladan bagi mahasiswa dan rekan sejawat melalui sikapnya yang rendah hati, ramah, serta komitmennya dalam menjalankan tugas akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

Selain dikenal sebagai guru besar, Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag. juga merupakan mantan rektor yang memiliki peran penting dalam perjalanan institusi. Di bawah kepemimpinannya, kampus mengalami berbagai perkembangan, mulai dari masa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN), hingga akhirnya menjadi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung seperti yang dikenal saat ini. Transformasi tersebut tidak terlepas dari visi, dedikasi, dan kepemimpinan beliau dalam memajukan perguruan tinggi.

Kabar wafatnya Prof. Maftukhin turut mengundang berbagai ungkapan belasungkawa dari mahasiswa, alumni, dan masyarakat. Banyak di antara mereka mengenang beliau sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan mahasiswa serta memiliki kepedulian tinggi terhadap akses pendidikan.

“Kami dapat merasakan duduk di bangku kuliah dengan biaya 50 persen bahkan gratis berkat kebijakan Panjenengan, Prof. Kami menjadi saksi bahwa Panjenengan merupakan orang baik. Insyaallah surga untuk Panjenengan,” tulis salah seorang alumni melalui akun Instagram @uinsatu.

Kepergian Prof. Maftukhin membawa duka mendalam bagi keluarga besar UIN SATU Tulungagung. Dedikasi, pemikiran, dan kontribusi beliau dalam dunia pendidikan akan senantiasa dikenang. Warisan pengabdian yang telah ditorehkan tidak hanya tercermin dalam perkembangan institusi, tetapi juga dalam perjalanan ribuan mahasiswa yang pernah merasakan manfaat dari kebijakan dan perjuangan beliau.

Penulis: Friska Novi Rahmadani

Skip to content