Tulungagung – Mahasiswi berprestasi datang dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menjadi salah satu dari 81.000 pendaftar yang berhasil lolos dalam seleksi Google Student Ambassador 2026.
Kholivatunisa atau kerap dipanggil Oliv merupakan mahasiswa semester 6 prodi KPI yang mengikuti seleksi Google Student Ambassador yang dibuka pada tanggal 23 Februari 2026.
Sebagai mahasiswi komunikasi Oliv menyampaikan bahwa Google bukan sekadar mesin pencari, melainkan ekosistem teknologi yang berdampak luas bagi masyarakat..
“Saya ingin menjadi jembatan (komunikator) yang menghubungkan inovasi teknologi tersebut dengan teman-teman mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa dirinya haus akan tantangan dan personal development. Menurutnya, menjadi bagian dari GSA merupakan kesempatan emas untuk membangun jiwa kepemimpinan (leadership) dan memperluas relasi di level profesional untuk mendukung cita-citanya dalam berkarier di masa depan.
Oliv melakukan proses pendaftaran secara daring (online) melalui website Google Student Ambassador. Ia melalui proses pendaftaran mulai dari tahap pertama yaitu pendaftaran berkas dengan melampirkan sertifikat, CV, dan portofolio. Ia juga mengunggah foto twibbon di Instagram dan membuat video perkenalan diri atau Self Recorded Interview untuk menunjukkan sisi kepemimpinan dan kemampuan komunikasinya. Selanjutnya, ia menyelesaikan tantangan untuk memperkenalkan teknologi AI Google atau Gemini Challenge serta mengisi beberapa pertanyaan esai dari Google Indonesia terkait aspirasi, rencana kontribusi, dan bagaimana ia mampu membawa perubahan positif sebagai seorang GSA.
Pada 1 April 2026, ia mendapatkan pesan email bahwa dirinya menjadi salah satu dari 2000 pendaftar yang dinyatakan berhak menjadi GSA 2026. Ia turut bangga dan percaya bahwa jarak antara daerah dan pusat teknologi dunia tidak sejauh yang dibayangkan jika setiap orang mempunyai kemauan tinggi. Proses GSA 2026 mengajarkan Oliv bahwa platform Google tidak membutuhkan sosok yang sempurna melainkan seseorang yang memiliki semangat tinggi untuk memberikan dampak positif kepada orang lain.
Ia berharap kepada seluruh mahasiswa untuk tidak merasa minder sebelum mencoba. Menurutnya, mengasah soft skills juga berorganisasi diperlukan untuk membangun portofolio sejak dini. Ia berpesan, Google membuka peluang terbuka bagi siapa saja yang berani dengan persiapan dan kepercayaan diri seperti dirinya.
Dengan demikian, keberhasilan salah satu mahasiswi Program Studi KPI FUAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung ini menjadi salah satu contoh capaian mahasiswa dalam meraih prestasi di tingkat yang lebih luas. Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk berkembang, berkontribusi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat.
Penulis: Friska Novi Rahmadani
