Tulungagung – Prestasi kembali diraih oleh ketiga mahasiswa Program Studi Ilmu Al-qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN SATU Tulungagung dengan meraih juara II Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) dalam ajang nasional Semarak Milad STAI Al Anwar ke-13 Rembang, Jawa Tengah pada Selasa (19/05/2026). Pencapaian tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa UIN SATU Tulungagung dalam bersaing dan menunjukkan prestasi di tingkat nasional.
Ketiga mahasiswa tersebut ialah Safira Azzalia, Adjie Wahyu Kembara, mahasiswa IAT semester 6, dan Nilna Sakina Mustain, mahasiswa IAT semester 2. Mereka tergabung dalam satu tim untuk mewakili UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Tidak hanya UIN SATU Tulungagung, perlombaan ini diikuti oleh beberapa universitas Islam lainnya. Di tengah padatnya perkuliahan serta aktivitas masing-masing, Safira dan kedua temannya melakukan persiapan intensif selama tiga hari sebelum perlombaan dilangsungkan. Mereka berfokus untuk memaksimalkan kemampuan masing-masing melalui pembagian fokus belajar sehingga diharapkan lebih terarah.
Dalam babak penyisihan, tim Safira menjumpai peserta dengan penguasaan materi yang kuat, yakni tim dari STAI Al Anwar sebagai salah satunya. ”Alhamdulillah, kami berhasil melaju ke semifinal sebagai runner-up dengan perolehan nilai sejumlah 1575. Hingga babak final, kami berhadapan dengan lawan dari tim UIN Salatiga dan UIN Malang,” ujarnya.
Sebagai tim yang baru terbentuk, tim ini sempat dipertemukan dengan situasi kompetisi yang di luar ekspektasi. Menghadapi lawan yang didominasi oleh para juara bertahan dan alumni kompetisi tingkat nasional menjadi ujian mental tersendiri bagi mereka.
“Tantangan terbesar yang kami hadapi bukan hanya soal materi, tetapi juga soal mental dan kesiapan menghadapi lawan-lawan berpengalaman. Banyak tim peserta merupakan langganan juara di cabang MFQ, bahkan beberapa di antaranya adalah alumni tingkat nasional. Situasi tersebut sempat membuat kami merasa minder, terlebih kami datang sebagai tim baru dengan waktu persiapan yang sangat terbatas. Di sisi lain, kesibukan kuliah dan kegiatan kampus juga membuat kami tidak memiliki banyak kesempatan untuk belajar bersama secara intensif.
Namun, kondisi itu justru memaksa kami untuk belajar beradaptasi. Kami mencoba menutup kekurangan dengan belajar mandiri, memperkuat komunikasi tim, dan menjaga kekompakan selama perlombaan berlangsung. Dari situ kami belajar bahwa persaingan tidak selalu dimenangkan oleh yang paling lama berpengalaman, tetapi juga oleh mereka yang mampu bertahan di bawah tekanan,’’ tambahnya.

Perjuangan tim perwakilan UIN SATU Tulungagung dalam meraih Juara 2 di cabang MFQ ini dilalui dengan penuh ketegangan. Bermodalkan kerja sama tim yang kuat, usaha maksimal, dan doa, tim Safira ini akhirnya sukses membalikkan keadaan dan membawa pulang trofi kemenangan ke kampus.
Safira mengajak kepada seluruh mahasiswa yang ingin mengikuti ajang serupa untuk tidak takut mencoba hanya karena tidak merasa siap. Ia menegaskan bahwa orang gagal bukan karena dirinya tidak mampu, melainkan terlalu sibuk meragukan diri sebelum memulai.
Keberhasilan tim MFQ ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi batu loncatan untuk prestasi-prestasi berikutnya di tingkat yang lebih tinggi. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah mendukung penuh setiap langkah dan proses kreatif mahasiswa untuk terus berkarya. Semoga prestasi ini mendatangkan keberkahan serta memotivasi seluruh sivitas akademika untuk terus menembus batas dalam mendulang prestasi
Penulis: Friska Novi Rahmadani
