Jurusan Adab Buka Kelas Ilmuan Internasional: Expert Talks Menuju Teologi Ziarah Lokal

Kontributor:

Tulungagung, 06 November 2025_ Jurusan Adab, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menggelar kegiatan akademik bertajuk Expert Talks dengan tema menarik yakni “Menuju Teologi Ziarah Lokal”. Acara ini menghadirkan dua narasumber yang tak asing di dunia kajian budaya dan agama, yakni Saifuddin Zuhri dan George Quinn, seorang peneliti asal Australia yang dikenal luas melalui karyanya tentang tradisi ziarah dan sastra Jawa.

Kegiatan ini dibuka oleh Saiful Musthofa, dosen Jurusan Adab yang menegaskan pentingnya memahami teologi ziarah sebagai bagian dari studi keislaman dan kebudayaan lokal. Dalam sambutannya, Dekan FUAD, Akhmad Rizqon Khamami, mengapresiasi kehadiran George Quinn yang dikenal aktif meneliti praktik keagamaan lintas tradisi. “Selain riset tentang Islam Jawa, beliau juga meneliti ziarah Katolik di Timor Leste dan terkenal lewat studinya tentang novel berbahasa Jawa,” ujarnya. Dengan nada berseloroh, Rizqon juga menyinggung sisi humanis Quinn yang “katanya ngefans dengan Nike Ardilla” bahkan sempat menulis artikel akademik yang menyinggung sang legenda pop tersebut.

Kegiatan Expert Talks ini berlangsung secara hybrid menggabungkan format daring dan luring. Peserta luring terdiri dari para dosen Jurusan Adab dan mahasiswa FUAD sementara peserta daring diikuti oleh akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.

Acara ini dipandu langsung oleh Rizqa Ahmadi, Kepala Jurusan Adab yang juga bertindak sebagai moderator. Dalam pengantarnya Rizqa menyoroti fenomena tradisi pinggiran masyarakat yang menjadikan ziarah sebagai ekspresi religius sekaligus budaya populer. “Dari sinilah muncul teologi baru yang oleh Quinn disebut berandal, dalam makna positif yakni religiositas yang tidak ortodoks tapi tetap spiritual,” ujarnya.

Dalam paparannya Quinn menjelaskan bahwa ilmu kalam informal / kalam pop dalam tradisi ziarah rakyat memiliki lima unsur penting. kelimanya adalah pemahaman tentang jarak kedekatan manusia dengan Allah, keyakinan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, ibadah di makam keramat sebagai bentuk relasi transaksional spiritual, pentingnya tawassul sebagai jembatan menuju kekuasaan Allah, dan aspek kebendaan dalam ritual dan ibadah umat.

Sebagai unsur dialektika Saifuddin Zuhri menambahkan bahwa praktik ziarah ini lahir dan tumbuh atas dasar imajinasi, dan agak berlebihan bila diakomodasi melalui kerangka teologi. Namun perbendaan pandangan ini yang justru membentuk kegiatan diskusi yang seru, berdialektika, dan melahirkan ruang berpikir. Melalui kegiatan ini Jurusan Adab berupaya membuka ruang dialog antara tradisi lokal, teologi, dan budaya, menuju pemahaman Islam yang lebih kontekstual dan humanis.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content