Jombang, 23 Oktober 2025_ Dalam upaya memperkuat budaya literasi dan menumbuhkan semangat menulis di kalangan santri, Jurusan Ushuluddin Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar kegiatan Sosialisasi Academic Writing di Pesantren Al Mimbar MA Al Bairuny. Kegiatan yang ini diselenggarakan di aula lantai dua pesantren, dan diikuti oleh para siswa kelas 12 Madrasah Aliyah serta beberapa guru.
Acara dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan berlangsung hingga waktu Zuhur. Suasana aula begitu hidup, mencerminkan antusiasme para peserta. Pulpen dan buku seakan tak berhenti bergerak mencatat setiap penjelasan yang disampaikan. Para siswa tampak fokus menyimak paparan tentang cara menulis karya ilmiah yang menarik dan berimbang antara logika, bahasa, dan etika akademik. Tercatat sekitar lima siswa yang antusias bertanya, Misalnya Nabila, Alif, Intan, Labib, Syafira, dan Hakim.
Kegiatan dibuka oleh Budi Harianto yang juga menjabat sebagai Kaprodi Aqidah dan Filsafat Islam. Dalam sambutannya ia menekankan pentingnya kemampuan menulis sebagai bekal menghadapi dunia akademik di masa depan. “Menulis itu bukan hanya soal menuangkan gagasan, tapi juga melatih berpikir runtut dan bertanggung jawab terhadap pengetahuan,” ujarnya.
Sesi utama kemudian diisi oleh Akhol Firdaus, Kepala Jurusan Ushuluddin yang juga dikenal aktif dalam bidang pengembangan literasi mahasiswa. Dengan gaya yang santai namun inspiratif, Cak Akhol panggilan akrabnya, berbagi pengalaman tentang proses menulis artikel ilmiah, mulai dari menemukan ide, melakukan riset sederhana, hingga mengolahnya menjadi tulisan yang bernas. “Jangan takut menulis. Mulailah dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan kalian. Dari situ, ide besar akan tumbuh,” pesan Akhol disambut tepuk tangan peserta.
Menariknya, seluruh Kepala Program Studi di lingkungan Ushuluddin juga turut hadir dan memperkenalkan kultur akademik di prodi masing-masing. Refki Rosyadi, Koorprodi Sosiologi Agama menjelaskan bagaimana mahasiswa diarahkan untuk peka terhadap realitas sosial. Sulthon Aziz, Koorprodi Ilmu Hadis menyoroti pentingnya akurasi dalam memahami teks klasik. Begitupula dengan Bani, Koorprodi Tasawuf dan Psikoterapi menekankan keseimbangan antara spiritualitas dan keilmuan modern. Sedangkan Ali Abdurrahman, Koorprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mengajak para siswa untuk melihat tafsir bukan sekadar teks, tetapi juga konteks kehidupan.
Kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi para santri untuk mengenal dunia akademik kampus secara lebih dekat. Antusiasme yang muncul menunjukkan bahwa semangat menulis bukan hanya milik mahasiswa tetapi juga bisa tumbuh di lingkungan pesantren. Dari aula MA Al Bayruni hari itu, semangat literasi tampak hidup dan berdenyut kuat sebuah langkah kecil menuju lahirnya generasi santri penulis masa depan.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
