Pelatihan Penulisan Ilmiah Jurusan Ushuluddin FUAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung di PP Al-Islam Joresan Ponorogo

Kontributor:

Ponorogo, 07 November 2025_ Jurusan Ushuluddin Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menggelar kegiatan pengembangan akademik dalam bentuk Pelatihan Penulisan Ilmiah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 7 November 2026, bertempat di Aula Pondok Pesantren Al-Islam, Joresan, Mlarak, Ponorogo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al Islam, seluruh siswa kelas enam, serta jajaran civitas akademika Jurusan Ushuluddin FUAD UIN SATU Tulungagung. Tampak hadir pula seluruh Koordinator Program Studi di lingkungan Jurusan Ushuluddin, di antaranya Muhammad Sulthon Aziz (Koorprodi Ilmu Hadis), Budi Harianto (Koorprodi Aqidah dan Filsafat Islam), Refki (Koorprodi Sosiologi Agama), dan Ali Abdurrahman (Koorprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir).

Dalam sambutannya, Pengasuh sekaligus direktur Pondok Pesantren Al-Islam, Ali Utsman, menyampaikan paparan tentang kondisi dan kultur akademik di pesantren tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi antara tradisi keilmuan pesantren dan budaya literasi akademik kampus, sehingga santri mampu mengembangkan pemikiran kritis dan produktif dalam ranah keilmuan Islam kontemporer.

Refki, selaku alumni pondok dan kini menjabat sebagai Koorprodi Sosiologi Agama turut memberikan refleksi inspiratif. Ia mengenang masa-masa belajarnya di pesantren dan mendorong para santri untuk terus berproses menapaki jalan akademik. “Saya yakin, suatu saat santri di sini akan sukses dan bahkan mampu melampaui capaian kami,” ungkapnya penuh harap.

Materi inti pelatihan disampaikan oleh Akhol Firdaus, Ketua Jurusan Ushuluddin sekaligus pakar literasi akademik di FUAD. Dalam sesi academic writing tersebut ia menekankan pentingnya kemampuan menulis ilmiah bagi generasi muda pesantren. Penulisan ilmiah menurutnya bukan sekadar keterampilan teknis tetapi juga bentuk tanggung jawab intelektual untuk mengartikulasikan gagasan keislaman secara sistematis dan argumentatif.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai teknik penulisan yang baik dan sistematika karya ilmiah. Kehangatan suasana menunjukkan semangat tinggi para santri dalam mengembangkan kemampuan menulis di tengah kultur pesantren yang sarat nilai.

Dengan terlaksananya kegiatan ini Jurusan Ushuluddin berharap dapat memperkuat jembatan antara tradisi pesantren dan dunia akademik modern. Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi santri intelektual yang mampu menulis dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan Islam.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content