Tulungagung, 28 Oktober 2025_ Upaya mewujudkan masyarakat yang sehat mental kini semakin nyata. Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung resmi menggelar kegiatan “Deklarasi Tulungagung Sehat Mental: Kesehatan Mental Menuju Generasi Ideal”. Acara yang berlangsung di Gedung Prajna Paramita, Auditorium Lantai 5, ini menjadi momentum penting bagi sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga legislatif di lingkungan Kabupaten Tulungagung dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan mental.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Rektor UIN SATU Tulungagung Abd. Aziz, serta Anggota DPRD Komisi C Kabupaten Tulungagung, Dio Jordy Alfian. Ketiganya menandatangani deklarasi dan nota komitmen Tulungagung Sehat Mental (TSM) sebagai simbol dimulainya gerakan kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat kesehatan psikologis masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Gatut menegaskan pentingnya menjadikan Tulungagung sebagai kota yang sehat mental. “Tulungagung ini harus menjadi kota yang sehat mental karena saya pribadi melihat banyaknya aktivitas berat di kota ini. Mahasiswa dengan tugasnya, petani, karyawan, hingga para TKI semuanya harus sehat,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Sementara itu, Rektor UIN SATU Tulungagung, Abd. Aziz menegaskan komitmen kampus dalam mengawal gerakan ini melalui pendirian Pusat Studi Kesehatan Mental di bawah naungan Jurusan Dakwah, khususnya Program Studi BKI. “Hari ini juga, setelah deklarasi, kita buat pusat studi kesehatan mental. Pendanaannya sudah ada, dan saya beri waktu satu minggu untuk merealisasikannya di dunia nyata dan maya. Ini tantangan sekaligus berkat,” tegasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow inspiratif yang menghadirkan tiga narasumber yakni Dio Jordy Alfian, Wikan (dosen UIN SATU Tulungagung), serta Desi, Plt. Wakil Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung. Mereka membahas berbagai strategi konkret memperkuat kesehatan mental masyarakat, termasuk pentingnya regulasi daerah dan sinergi lintas institusi.
Dalam sesi diskusi, Dio menegaskan, “Kita akan buat dan memperkuat peraturan daerah menggunakan payung hukum nasional untuk menyukseskan program ini.” Deklarasi ini bukan sekadar seremonial tetapi langkah awal menuju gerakan nyata membangun generasi Tulungagung yang ideal dan sehat secara mental, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Dengan kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Tulungagung menegaskan diri sebagai pelopor kabupaten sehat mental di Indonesia.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
