
Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I. adalah guru besar dalam bidang Metodologi Studi Islam yang lahir dan tumbuh di sebuah desa di Tulungagung, Jawa Timur. Ia menempuh pendidikan sarjana (S1) di STAIN Tulungagung (kini UIN SATU Tulungagung), melanjutkan magister (S2) di Universitas Islam Malang (UNISMA), dan meraih gelar doktor (S3) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Karier akademiknya dibangun dari bawah dengan dedikasi dan komitmen tinggi terhadap dunia keilmuan. Ia dikenal sebagai dosen yang aktif mengampu berbagai mata kuliah, baik di tingkat sarjana, magister, hingga doktoral. Konsistensinya dalam mengajar dan meneliti menjadikan beliau sosok yang dihormati di lingkungan akademik, khususnya di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, tempat ia mengabdikan diri sebagai pendidik dan pemikir.
Selain sebagai akademisi, Prof. Ngainun juga dikenal sebagai penggiat literasi. Ia aktif membina komunitas menulis seperti Sahabat Pena Kita, yang melahirkan banyak penulis muda dari berbagai kalangan. Karya-karyanya tersebar dalam bentuk buku, artikel ilmiah, dan tulisan populer yang menekankan pentingnya berpikir kritis dan beretika dalam beragama. Beberapa buku terbarunya adalah Pesantren, Kampus Islam dan Moderasi Beragama, Pengabdian Kepada Masyarakat, Mimpi Eskatologis Menuju Surga: Refelski Keberagamaan, Sosial, Politik, dan Budaya
Gelar profesor yang resmi ia sandang menjadi penanda puncak akademik atas kiprah panjangnya dalam dunia pendidikan tinggi. Pun selain itu ia kini ia diamanahi untuk menjadi ketua lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di kampus setempat. Dengan capaian ini, Prof. Ngainun tidak hanya memperkuat identitas UIN SATU Tulungagung sebagai kampus dakwah dan peradaban, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menekuni jalan ilmu, literasi, dan pengabdian.


