Tulungagung, 21 Oktober 2025_Momentum Hari Santri Nasional 2025 menjadi momen bersejarah bagi Agung Prasetyo Saputra, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah semester 5 UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dalam ajang pemilihan Duta Santri UIN SATU Tulungagung 2025, yang digelar di Gedung KH. Arief Mustaqim lantai enam, Agung berhasil meraih predikat Wakil 1 Duta Santri UIN SATU Tulungagung.
Dengan mengusung tema nasional “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, kegiatan ini menjadi wadah ekspresi dan eksplorasi potensi santri di era modern. Bukan sekadar ajang pencarian figur inspiratif, pemilihan Duta Santri juga bertujuan membentuk generasi santri yang memiliki semangat intelektual, religius, dan sosial tinggi sejalan dengan nilai-nilai pesantren dan semangat kebangsaan.
Proses seleksi yang dijalani Agung tidaklah mudah. Ia harus melewati berbagai tahapan penjaringan, mulai dari seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan dan keislaman, hingga uji kemampuan komunikasi publik. Dari sekian banyak peserta yang mendaftar, Agung berhasil menonjol berkat kepribadiannya yang santun, kemampuan orasi yang kuat, serta pemikirannya yang progresif tentang peran santri di era digital.
“Bagi saya, menjadi santri bukan hanya tentang identitas keagamaan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi bangsa,” ujar Mahasiswa Ngapak ini usai menerima penghargaan. Tercatat mendapatkan beasiswa sebesar dua juta rupiah. Ia juga menekankan bahwa santri masa kini harus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dihadiri oleh para dosen, civitas akademika, serta perwakilan berbagai organisasi mahasiswa. Suasana di lantai enam Gedung Arief Mustaqim terasa penuh semangat kebersamaan. Para finalis tampil dengan percaya diri, menunjukkan bakat, visi, dan kontribusi nyata mereka terhadap dunia pesantren dan masyarakat luas.
Agung berharap pencapaiannya ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan santri lainnya untuk terus mengembangkan diri. “Kemenangan ini bukan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab baru untuk membawa semangat santri ke ruang-ruang publik. Santri harus mampu menjadi penggerak perubahan dan duta moderasi di tengah masyarakat,” ungkapnya penuh semangat.
Dengan torehan prestasi ini, Agung Prasetyo Saputra membuktikan bahwa santri bukan hanya ahli dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi dalam dunia akademik dan sosial. Ia adalah cerminan generasi santri yang siap mengawal Indonesia menuju peradaban dunia sesuai dengan semangat Hari Santri Nasional 2025.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
