Tulungagung, 27 Agustus 2025_ Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar Audit Mutu Internal (AMI) 2025. Bertempat di Meeting Room Prajna Paramita, acara ini berlangsung dengan nuansa refleksi, evaluasi, dan penguatan tata kelola akademik. AMI ini dilakukan sebagai upaya melihat dan menata serta memperbaiki beberapa bagian administrasi yang dirasa perlu disempurnakan. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Program Studi dan Fakultas serta Lembaga Penjaminan Mutu ini berjalan dengan penuh khidmah dan obyektif.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Dekan FUAD, Prof. Dr. Akhmad Rizqon Khamami, M.A. Dalam nada ringan namun penuh makna beliau menggambarkan dinamika fakultas dari masa ke masa dan sesekali bernostalgia. “ Dulu saya itu saksi nyata bahwa Pak Abad itu orang pertama yang masuk kantor paling pagi, STAIN itu dulu jam sembilan dulu masih sepi, dan jam dua sudah sepi,” ungkapnya sambil tersenyum. Ia juga menyinggung kiprah para tokoh penting fakultas. Menurutnya, Pak Maftukhin (Eks. Rektor UIN Satu) adalah figur super, berkat jejaring dan keilmuannya. Ada masa pengembangan yang kini harus dilanjutkan dengan masa penguatan. Sementara itu, Pak Tukin disebut banyak berjasa dalam pengembangan awal.
Dekan menegaskan bahwa setiap masa memiliki perannya sendiri. Era pengembangan tentu berbeda dengan era penguatan. Begitu pula saat menyebut nama Prof. Aziz. “Alhamdulillah, beliau langsung jadi Wakil Rektor. Era Prof. Aziz itu era golden untuk menata internal,” kenangnya. Tak lupa, beliau juga menyebut Pak Sutopo sebagai sosok yang turut dibimbing dan diarahkan oleh Prof. Aziz menandakan kesinambungan estafet kepemimpinan.
Sementara itu, Prof. Dr. Zainul Fitri, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu menambahkan refleksi menarik. Ia menyebut bahwa hari itu ada dua audit sekaligus, yakni FUAD dan bagian biro. Dalam bahasanya yang khas, ia menyelipkan ungkapan Jawa, “lek wayahe dugu kiyambak” (jika sudah waktunya, pasti akan sampai). Menurutnya, dulu FUAD sempat dipandang sebelah mata dianggap fakultas dengan nol administrasi. Namun kini situasi sudah jauh berubah dan FUAD mampu menunjukkan kinerja dan perbaikan yang nyata.
Secara teknis, pelaksanaan audit diserahkan kepada tim auditor yang dipimpin oleh Ida Isnawati. Audit Mutu Internal tidak hanya soal dokumen melainkan juga keseriusan untuk terus menjaga kualitas baik di bidang akademik maupun administrasi. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Nurul Hidayat.
Audit Mutu Internal 2025 ini pada akhirnya menjadi cermin perjalanan FUAD dari masa pengembangan hingga masa penguatan, dari stigma masa lalu menuju reputasi yang semakin solid. Dengan semangat reflektif dan kolaboratif, fakultas ini berkomitmen menjaga mutu demi menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
