Belajar Langsung di Jantung Kesehatan Jiwa: Pengalaman Magang Mahasiswa Psikologi Islam di RS Menur Jawa Timur

Kontributor:

Surabaya, 10 September 2025_Tujuh mahasiswa peminatan Psikologi Klinis menutup masa kuliah mereka dengan pengalaman yang tak terlupakan di Rumah Sakit Menur Provinsi Jawa Timur, salah satu rumah sakit rujukan terbesar untuk kesehatan jiwa di wilayah ini. Mereka adalah Karina Khoirunnisa, Natasya, Karina Harwi, Fatima Arraudah, Berliana Rizma, Rechie Adira, dan Lolla Sabina. Magang ini berlangsung sejak 01 September hingga 09 November 2025.

Selama lebih dari dua bulan para mahasiswa ini berkesempatan untuk menyelami dunia kesehatan mental dari dekat. Mereka ditempatkan di tiga bagian utama yakni poli psikologi, ruang rawat inap pasien dengan gangguan jiwa, serta unit rehabilitasi. Dari ruang-ruang itulah, mereka belajar bahwa teori yang selama ini dipelajari di kampus menjadi nyata di hadapan mereka dalam wujud pasien dengan kisah dan perjuangan hidup yang beragam.

“Kami memilih RS Menur karena rumah sakit ini menjadi salah satu pusat kesehatan jiwa terbesar di Jawa Timur. Di sini, kami bisa mengenal langsung praktik psikologi klinis di lapangan dan bekerja sama dengan psikiater, perawat, serta psikolog profesional,” ujar Karina Harwi, salah satu peserta PPL.

Menurut Karina, pengalaman di RS Menur bukan sekadar observasi. Mereka diizinkan untuk berinteraksi langsung dengan pasien, memahami gejala berbagai gangguan seperti skizofrenia, paranoid, dan depresi, serta melihat bagaimana sistem pelayanan kesehatan mental berjalan secara profesional.

“Yang paling berharga, kami belajar untuk tidak hanya melihat pasien dari sisi diagnosis, tetapi juga sisi kemanusiaannya,” tambahnya.

Dalam kesehariannya, para mahasiswa ini mengasah berbagai keterampilan penting, mulai dari observasi dan analisis perilaku, komunikasi empatik, administrasi psikologis, hingga psikoedukasi. Semua itu mereka terapkan secara langsung di lingkungan klinis yang dinamis.

Ilmu yang mereka pelajari selama perkuliahan pun terbukti sangat berguna. Melalui kemampuan komunikasi dan observasi, mereka mampu menggali informasi pasien dengan efektif. Begitu pula dengan pemahaman terhadap alat tes psikologi yang pernah dipelajari, kini diterapkan dalam situasi nyata.

Bagi Karina dan rekan-rekannya, RS Menur bukan sekadar tempat magang, tetapi ruang belajar kehidupan. “Tempat ini worth it banget. Kami tidak diberi batasan untuk belajar selama menaati aturan. Semua hal di sini membuka wawasan baru tentang bagaimana psikologi benar-benar bekerja dalam dunia nyata,” pungkasnya.

Dengan pengalaman ini, mereka berharap bisa melangkah lebih mantap menuju dunia profesional sebagai psikolog masa depan yang tak hanya memahami teori, tapi juga mampu menyentuh hati manusia.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content