Tulungagung, Program Studi Manajemen Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung di bawah naungan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah mencoba melanjutkan gebrakan terbarunya. Prodi ini lewat mahasiswanya mencoba meningkatkan keterampilan berdakwah yang mulanya hanya dipraktikkan dengan lisan dan kini lewat tulisan. Lewat kebijakan koorprodi dan kekompakkan tim dosen khususnya di lingkungan prodi md selama satu tahun terakhir ini bukan hanya menerapkan dakwah orasi tapi juga dakwah literasi. Pelbagai upaya menumbuhkan tradisi literasi mulai dimasifkan. Beberpa mahasisswa yang awalnya sudah memiliki kompetensi dan kecondongan di bidangh tulis menulis bersama dengan tim dosen berusaha merangkai kata hingga lahirlah sebuah karya.
“Alhamdulillah selama satu tahun terakhir ini kolaborasi mahasiswa dan dosen md telah mampu menghasilkan tiga buku mas yakni Dinamika Haji dan Umrah: Refelksi Sosial di Tanah Suci, Jalan Dakwah di Era Digital: Etika Strategi dan Implementasi, dan terakhir Studi Hadis Dakwah” kata Mutrofin ketika diwawancara penulis pada Selasa (28/04/2025).
Menurutnya ada spirit dakwah orasi dan dakwah literasi yang harus berjalan seimbang. “Maaf, jarang sekarang ada penceramah yang bisa menulis dan jarang pula penulis yang bisa ceramah” tuturnya. Sebagai Koordinator Program Studi yang kesehariannya bukan hanya disibukkan dengan kegiatan pembelajaran namun juga urusan administrasi dan permasalahan internal ia berusaha melihat kendala dan hambatan untuk menyukseskan program ini. Dalam sebuah pembicaraan dosen yang akrab dipanggil Bu Mutriofin ini menyampaikan bahwa tantangan terbesar untuk mentradisikan dakwah literasi ini adalah mengajak belajar menulis sejak awal, khususnya kepada mahasiswa yang tidak memiliki latar belakang kecintaan terhadap literasi.
Banyaknya hambatan itu tidak menyurutkan niat dan tekadnya untuk mengembangkan dua skill sekaligus. Mahasiswa manajemen dakwah selain diproyeksikan sebagai penceramah atau praktisi pengelola dakwah juga ingin dibentuknya menjadi pengembang lembaga dakwah, asisten peneliti sosial keagamaan, dan konsultan keagamaan pemerintah yang itu semuanya membutuhkan dua skill khusus yakni seni berbicara dan seni menulis. Maka prodi manajemen dakwah dalam kepemimpinannya berkeinginan kuat untuk melatih dan menghasilkan profil lulusan yang memiliki kecakapan di bidangnya.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
