Dari Kajian Tafsir hingga Dunia Kerja: Mengenal Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

Kontributor:

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN SATU hadir bagi mahasiswa yang ingin memahami Al-Qur’an secara lebih mendalam, tidak hanya dari sisi bacaan, tetapi juga dari segi makna, konteks, serta relevansinya dalam kehidupan modern.

Di prodi ini, mahasiswa mendalami berbagai disiplin ilmu seperti ulumul Qur’an, tafsir klasik dan kontemporer, hadis, hingga pendekatan sosial dalam memahami teks-teks keagamaan. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) tidak hanya menekankan pada penguasaan teori, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan analitis dalam mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an secara kontekstual.

Koordinator Program Studi IAT FUAD UIN SATU, Ali Abdurrahman, M. Ag, menyampaikan bahwa mahasiswa IAT tidak hanya dibekali dengan pemahaman keilmuan yang kuat, tetapi juga diarahkan untuk mampu menjawab tantangan zaman melalui pendekatan akademik yang relevan.

Dalam kurikulum terbaru, Prodi IAT mengintegrasikan penguatan bidang keilmuan utama dan mata kuliah peminatan untuk menunjang kreatifitas bakat-minat dalam bidang kewirausahaan (enterpreneurship). Mahasiswa lulusan IAT akan menguasai setidaknya satu dari 3 kualifikasi, yaitu; kemampuan memahami isi Al-Qur’an dengan jiwa Islam yang moderat, kemampuan sebagai pendidik, dan kemampuan kewirausahaan.

Dengan bekal keilmuan dan berbagai soft skills tersebut, lulusan IAT diharapkan siap terjun ke dunia kerja serta mampu berkontribusi secara profesional di berbagai bidang.

Prospek Karier Lulusan:

  • Peneliti di bidang studi Al-Qur’an

Sarjana Agama yang mampu mengembangkan, menginterpretasikan, dan memvalidasi teori Ilmu al-Qur’an dan Tafsir secara logis, kritis, sistematis, kreatif, serta kontekstual.

  • Akademisi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

Sebagai akademisi, lulusan IAT mampu melakukan penelitian ilmiah, menulis karya ilmiah, serta berkontribusi dalam pengembangan kajian Al-Quran di lingkungan perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun forum akademik lainnya.

  • Penyuluh atau pendamping keagamaan

Penyuluh atau pendamping keagamaan memiliki tugas utama untuk memberikan bimbingan, penerangan, dan pendampingan kepada masyarakat di bidang keagamaan.

  • Pendidik

Sarjana Agama yang memiliki kemampuan pedagogis untuk menyampaikan materi secara efektif yang sesuai dengan karakter peserta didik.

  • Educator Qur’ani / Konten Kreator Keislaman

Lulusan IAT yang mampu menyampaikan nilai-nilai al-Quran secara edukatif dan inspiratif melalui berbagai media, baik secara langsung maupun digital. Sebagai konten kreator keislaman, lulusan IAT dapat memproduksi konten dakwah dan edukasi melalui media sosial, podcast, video, maupun platform digital lain, dengan tetap menjaga akurasi ilmiah dan etika penyampaian.

  • Juru Dakwah

Mampu menyampaikan ajaran Islam secara langsung kepada masyarakat, baik melalui ceramah, khutbah, kajian, maupun pembinaan keagamaan.

Dengan integrasi antara keilmuan, keterampilan, dan nilai spiritual, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Penulis: Friska Novi Rahmadani

Skip to content