Tulungagung, Aula lantai 5 Perpustakaan menjadi saksi sebuah momen penuh makna pada 21 Mei 2025. Sebuah talkshow inspiratif bertema “Dunia Berlalu, Jiwa Bertanya“ digelar dalam rangka Milad ke-10 Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI). Acara ini bukan sekadar seremonial melainkan menjadi ruang reflektif bagi ratusan mahasiswa untuk berhenti sejenak dari rutinitas duniawi dan menyapa kembali jiwa yang kerap terlupakan.
Dipandu oleh Azmy Mulya Dianti sebagai moderator, talkshow ini menghadirkan Dr. Agus Santoso, S.Ag., M.Pd., seorang akademisi sekaligus Presidium PABKI Indonesia. Beliau membawakan materi yang tidak hanya menggugah pikiran tetapi juga menyentuh batin. Dari awal hingga akhir suasana begitu khidmat bahkan tak sedikit peserta yang menangis karena meresapi pesan-pesan spiritual yang mendalam. “Dengan adanya talkshow ini, diharapkan kita bisa menyampingkan sejenak hiruk pikuk kehidupan dan fokus menyentuh jiwa yang ada dalam tubuh ini,” ungkap Amizar Naufal sebagai ketua pelaksana acara.
Pemilihan tema “Dunia Berlalu, Jiwa Bertanya” bukan tanpa alasan. Tema ini lahir dari kegelisahan yang dirasakan banyak mahasiswa akibat kesibukan dalam belajar, media sosial, serta aktivitas harian yang menyita energi kerap kali membuat mereka lupa menanyakan kabar pada jiwanya sendiri. Talkshow ini menjadi panggung untuk meraba sisi terdalam kehidupan sudahkah kita menjalani hidup dengan jiwa yang hadir sepenuhnya?
Respons peserta menunjukkan bahwa tema tersebut benar-benar menyentuh. Salah satu momen paling mengharukan terjadi ketika seorang mahasiswa semester dua dari BKI dengan mata berkaca-kaca bertanya, “Apakah masa-masa sekarang ini adalah masa kita membangkang orang tua? Saya merasa masih banyak dosa yang saya perbuat kepada kedua orang tua saya.” Pertanyaan itu menggema di ruangan menyentuh hati banyak orang dan memperlihatkan bahwa sesi ini benar-benar menjadi ruang pertobatan batin.
Ketua HMPS BKI yang juga menjadi penanggung jawab acara menyampaikan pesan penting. “Saya berharap talkshow ini menjadi tempat kita semua melepas sejenak segala tuntutan dunia yang cepat berlalu, dan merenungi kembali nilai-nilai spiritual dalam hidup kita.”
Dengan jumlah peserta lebih dari 300 mahasiswa acara ini berlangsung sukses dan penuh antusias. Namun, evaluasi tetap diperlukan. “Ke depan kami berharap bisa mempersiapkan tempat yang lebih luas, karena kemarin terasa agak sempit,” ujar Ibnu Ketua Umum HMPS BKI. Meski demikian sempitnya tempat tidak mengurangi kekhidmatan acara. Ia juga menambahkan bahwa “Talkshow seperti ini perlu terus digelar karena kita sebagai mahasiswa BKI tidak boleh lupa bahwa konseling spiritual sangat penting dan sesi reflektif seperti ini adalah seni untuk menumbuhkan kesadaran diri.”
Melalui talkshow ini jiwa yang selama ini tertinggal di balik rutinitas akhirnya mendapat ruang untuk bicara. Dunia memang terus berlalu tapi talkshow ini mengingatkan jangan biarkan jiwa kita tertinggal jauh di belakang.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
