Tulungagung, 13 November 2025_ Jurusan Adab Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menghadirkan kegiatan akademik bergengsi bertajuk Expert Talks dengan tema “Arabic Literature: Language, Culture, and Diplomacy.” Acara yang dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025 pukul 13.00 WIB / 08.00 CET ini menghadirkan tokoh penting yang berkiprah di kancah internasional serta memberikan inspirasi besar bagi mahasiswa khususnya program studi Bahasa dan Sastra Arab.
Acara dibuka Saiful Musthofa, Sekjur Adab dan satu sambutan pembuka oleh Keynote Speaker, Rizqa Ahmadi, selaku Kepala Jurusan Adab, yang menegaskan bahwa kajian bahasa dan sastra Arab tidak hanya berkutat pada aspek linguistik tetapi juga berperan strategis dalam dinamika diplomasi dan hubungan antarnegara. Beliau menekankan perlunya mahasiswa BSA membangun keilmuan yang berkualitas agar mampu menjawab kebutuhan global.
Kegiatan ini menghadirkan Speaker utama yakni Mohammad Yasir, seorang diplomat KBRI Algeria yang juga alumnus BSA. Latar belakang Yasir yang berasal dari pelosok desa di Ngawi Jawa Timur menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berkarya di panggung internasional terbuka bagi siapa pun yang memiliki tekad, kompetensi bahasa, dan kemampuan interkultural.
Dalam paparannya Yasir menceritakan berbagai pengalaman penting selama bertugas sebagai diplomat. Ia berkata, “Diplomat adalah ujung tombak Indonesia di mata dunia,” yang tidak hanya bertugas dalam konteks hubungan politik dan ekonomi tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Ia menuturkan pengalaman dramatis saat menyelamatkan warga Indonesia di Aljazair dan upaya penyelamatan seorang WNI yang terancam hukuman pancung di Makkah melalui jalur ishlah /perdamaian. Kisah tersebut menggambarkan betapa diplomasi membutuhkan keberanian, kecerdasan bahasa, dan kepekaan budaya.
Yasir menegaskan bahwa bahasa Arab memiliki kekuatan strategis global. Ia mengatakan “Bahasa Arab adalah bahasa nomor 5 terbanyak digunakan di dunia,” ia juga menegaskan bahwa bahasa arab menjadi bahasa resmi di berbagai organisasi internasional. Karena itu ia meyakini bahwa lulusan Bahasa dan Sastra Arab memiliki peluang besar menjadi diplomat kelas dunia, jurnalis internasional, akademisi global, dan pelaku hubungan luar negeri berkualitas.
Sebagai Discussant, Nuryani yang juga selaku selaku Koordinator Program Studi BSA menambahkan bahwa pengalaman langsung dari praktisi diplomasi seperti Yasir merupakan motivasi penting bagi mahasiswa untuk merancang masa depan akademik dan profesional dengan lebih serius. Kegiatan Expert Talks ini menjadi bukti komitmen FUAD UIN SATU dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di level internasional dengan membawa nilai budaya, kemanusiaan, dan identitas keindonesiaan melalui kekuatan bahasa Arab. Dengan semangat itu, mahasiswa BSA diharapkan mampu menjawab tantangan global dan menjadi agen diplomasi yang membawa nama bangsa ke arah yang lebih berwibawa.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
