Tulungagung, 14 April 2025_ Civitas Akademika di lingkungan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung agendakan Halal Bi Halal pasca lebaran 1446H. Kegiatan dikonsep dengan model sederhana agar terkesan berbasis tradisi keindonesiaan. Beberapa kursi dan meja ditata rapi sehingga tampak jajaran pejabat di lingkungan kampus datang dan berjejer memenuhi ruangan. Tampak Rektor dan jajaran Wakil Rektor hadir di pertengahan waktu, menyusul beberapa dosen dan pegawai yang datang lebih awal. Ahmad Rizqon Khamami, Dekan FUAD pun tampak bersiap lebih awal untuk menyambut tamu di ruang yang telah disiapkan.
Tepat pukul 12.10 acara berlangsung singkat di Gedung Prajna Paramita lantai 1. Kegiatan dibuka secara simbolis dan dilanjutkan dengan acara inti, ramah tamah. Tampak banyak menu dihidangkan di atas meja yang tertata rapi di tengah ruangan. Tampak pula wajah tamu undangan mencuri curi pandang apa kira-kira menu yang dihidangkan. Menikmati makanan dengan santai dibarengi perbincangan ringan dengan rekan kerja rasanya memang mengasyikkan. Jadi apa menu yang dihidangkan?
Ketupat, menu wajib dan pokok di setiap acara Halal Bi Halal. Tidak Indonesia rasanya jika meninggalkan menu satu ini. Terlihat puluhan ketupat dihidangkan rapi di pojok paling selatan meja. Tepat berada di samping ketupat berjejer potongan daging ayam lokal bumbu kuning khas Tulungagung. Beberapa orang menyebutnya Ayam Lodho, masakan khas daerah Mataraman yang ayamnya dibakar terlebih dahulu lalu direndam dan dimasak dengan bumbu kuning. Disajikan dengan taburan bawang goreng di atasnya menjadi lengkap sudah perpaduan ketupat dan ayam lodho di siang hari.
Sate ayam menjadi primadona selanjutnya yang ditawarkan dengan bumbu kacang kental dan kecap hitam manis. Tampilannya memikat, terlihat anggun dan sigap rapi karena ditata berbaris di atas piring cantik berwarna putih. Orang yang memakannya mungkin merasakan euforia pedas manis yang tercampur menjadi saru. Semakin cantik karena di sampingnya tertata beberapa sayuran dan bumbu lainnya seperti kenikir, taoge, dan kentang bumbu balado. Ada pula menu tambahan seperti telur goreng, ikan goreng, dan menu camilan gorengan lainnya.
Bergeser ke menu selanjutnya, menu berkuah. Bukan soto ataupun rawon, menu lain yang dihidangkan adalah bakso sapi. Pentolnya kenyal, legit, dan berdaging. Kuah kaldu dan beberapa keping lemak nabati pun menjadi guyuran yang menyempurnakan tampilan bakso. Khusus menu berkuah ini diletakan di pojok belakang sebelah utara bersandingan dengan aneka macam buah-buahan seperti semangka, pisang, melon, dan jeruk. Tujuan awalnya dijadikan makanan penutup dan cuci mulut tapi pada akhirnya lahap habis karena justru menjadi santapan pertama kali. Terlihat semua tamu undangan menikmati santapan siang yang ditutup dengan Satu Water, air mineral dalam kemasan yang diproduksi oleh tim Pusat Bisnis UIN SATU Tulungagung. Kurang lebih pukul 13.30 tampak Rektor, jajaran pejabat dan beberapa dosen lainnya berpamitan lebih awal. Acara ditutup dengan salam-salaman tanda kebahagiaan dan keharmonisan dalam bingkai almamater tercinta
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
