Historia Fest 2025: Revitalisasi Sejarah sebagai Ruang Kreasi dan Peluang Ekonomi

Kontributor:

Tulungagung, 27 Oktober 2025_ Dalam upaya membangun kesadaran baru terhadap makna dan potensi ilmu sejarah, Himpunan Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar seminar nasional bertajuk “Revitalisasi Sejarah sebagai Ruang Kreasi dan Peluang Ekonomi”. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Historia Fest 2025, yang digelar pada Senin, 27 Oktober 2025, di Gedung Pascasarjana lantai 5, mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow interaktif dan diskusi dialogis ini menghadirkan narasumber-narasumber inspiratif. Di antaranya Asisi Suhariyanto, konten kreator asal Malang yang dikenal lewat kanal Asisi Channel.

Sebagai ketua pelaksana, Indra Bagus Nur Fauzi menjelaskan bahwa seminar nasional ini merupakan bentuk inovasi dan branding baru bagi mahasiswa SPI dalam memperkenalkan disiplin mereka kepada publik. “Selama ini masyarakat menganggap sejarah sebagai hal yang membosankan dan hanya soal hafalan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sejarah juga dapat dikreasikan menjadi peluang ekonomi yang bernilai,” ungkapnya.

Tema “Revitalisasi Sejarah sebagai Ruang Kreasi dan Peluang Ekonomi” dipilih untuk menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi dalam menciptakan konten kreatif dan peluang usaha berbasis nilai budaya. “Kami ingin memperlihatkan bahwa sejarah bisa dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif, mulai dari film dokumenter, konten digital, hingga wisata edukatif,” lanjut Indra.

Kehadiran Asisi Suhariyanto sebagai pembicara utama menjadi daya tarik tersendiri. Ia dikenal sebagai sosok yang berhasil mempopulerkan sejarah melalui media sosial dengan gaya penyampaian yang ringan dan menarik. “Baik sekali ketika kita bisa mendatangkan seorang konten kreator yang viral dan relevan dengan tema yang kami angkat,” tambah Indra.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa SPI, masyarakat umum, serta delegasi dari berbagai himpunan mahasiswa sejarah dan komunitas luar kampus. Bahkan banyak dosen yang turut antusias mengikutinya. Interaksi hangat antara pembicara dan peserta membuat suasana seminar terasa hidup dan penuh inspirasi.

Sebagai penutup Indra menyampaikan harapannya, “Semoga kegiatan ini dapat membuka pikiran masyarakat bahwa sejarah tidak membosankan, melainkan sangat potensial untuk dikreasikan menjadi sesuatu yang bernilai dan berdampak.” Dengan semangat inovatif ini, Historia Fest 2025 menegaskan posisi sejarah bukan hanya sebagai bidang akademik, tetapi juga sebagai ruang kreatif yang memberi peluang ekonomi bagi generasi muda.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content