HMPS BKI UIN SATU Tulungagung Hadirkan Konseling yang Merakyat di Desa Kedungcangkring

Kontributor:

Tulungagung, 25 Juli 2025_ HMPS Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar Program Pemberdayaan Masyarakat 2025 di Desa Kedungcangkrin Pagerwojo Tulungagung pada 24–27 Juli 2025. Mengusung tema “Konseling Bersinergi, Dedikasikan Aksi: Setapak Pengabdian Sejuta Harapan”. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Sapta Prima Nurmana dan dilaksanakan di berbagai lokasi mulai dari SDN Kedungcangkring 01 & SDN Kedungcangkring 02, TPQ/Madin Hidayatul Mubtadiin, Basecamp Panji Laras, Lapangan, hingga SMKN 1 Pagerwojo.

Tema ini dipilih untuk menegaskan bahwa konseling tidak hanya berlangsung di ruang tertutup, tetapi juga hidup melalui interaksi sosial, kerja kolaboratif, dan keterlibatan langsung di masyarakat. Setapak Pengabdian mencerminkan kehadiran mahasiswa sebagai pelaku yang membawa sejuta harapan kepada desa mitra binaan. “Empati dan konseling tidak selalu lahir dari ruang akademik. Terkadang yang paling menyentuh justru hadir dari interaksi langsung bersama masyarakat,” ungkap Sapta.

Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari pelatihan ecoenzyme bersama Bapak Rudy Yusdiantoro, S.T. dari DLH Tulungagung hingga program internal HMPS BKI seperti Workshop Level Up! (public speaking, CV & Linkedin), storytelling Islami di TPQ dan Madin, serta Bimbingan Kelompok dengan media BK APE di SDN. Inovasi lain adalah ECO BK School, menggabungkan konsep sekolah ramah ekologi dengan layanan konseling.

Respons peserta terlihat positif. Anak-anak SD antusias mengikuti outbound, remaja SMK aktif bertanya tentang pembuatan CV meski tanpa pengalaman kerja, sementara ibu-ibu desa penasaran tentang fermentasi ecoenzyme yang dijelaskan tuntas oleh pemateri. Antusiasme ini menunjukkan bahwa konseling dapat hadir secara dekat, aplikatif, dan menyenangkan.

Ketua HMPS BKI, Ibnu Rafid Shafiyudin, mengapresiasi kegiatan ini sebagai wajah baru BKI yang hadir dan mengakar di tengah masyarakat. “Semoga ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan panjang mahasiswa BKI sebagai konselor masa depan yang merakyat,” ujarnya. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan sukses. Evaluasi mencatat sinergi antar divisi yang baik, pembagian peran efisien, dan respons masyarakat positif. Namun, publikasi visual dan jaringan kolaborasi dinilai masih perlu ditingkatkan. Harapannya, program ini dapat menjadi agenda tahunan yang bukan hanya dikenal di internal kampus, tetapi juga diakui sebagai best practice pengabdian berbasis konseling Islam humanis.

Dengan semangat kolaboratif dan aksi nyata, HMPS BKI membuktikan bahwa konseling bisa menjadi jembatan antara ilmu dan kehidupan, menyentuh hati masyarakat sekaligus memberi manfaat berkelanjutan.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content