“Jangan Takut Bermimpi Kuliah ke Luar Negeri!”  Ini Pesan Dekan FUAD UIN SATU di Hari Pendidikan Nasional

Kontributor:

Tulungagung – Suasana penuh semangat dan inspirasi terasa kuat dalam acara Scholarship Station yang digelar Jurusan Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU) pada Jumat, 2 Mei 2025. Acara ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube SATU TV. Momen ini menjadi sangat berkesan berkat kehadiran Dekan FUAD, Prof. Dr. Ahmad Rizqon Khamami, Lc., M.A., yang menyampaikan pesan penuh motivasi untuk mahasiswa agar berani mengejar beasiswa studi ke luar negeri.

Dengan gaya bercerita yang mengalir dan membumi, Prof. Rizqon membagikan perjalanan hidupnya menempuh pendidikan di tiga negara berbeda. Ia memulai studi S1 di Jamiah Saddam Lil Ulum Islamiyah di Baghdad, Irak, kemudian melanjutkan S2 di Jamiah Ahmilya Islamiyah, New Delhi, India. Setelah itu, ia pulang dan melanjutkan studi di Indonesia memenuhi harapan keluarganya.

“Di tahun 1992, tidak seperti sekarang. Tidak ada LPDP atau beasiswa dari Kementerian Agama. Saya berasal dari keluarga sederhana. Satu-satunya jalan agar bisa kuliah ya dengan mencari beasiswa ke luar negeri,” ungkapnya. (Jumat, 2/5/2025)

Kisah perjuangannya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Ia beruntung bisa mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Irak di masa pemerintahan Saddam Hussein. Menurutnya pengalaman studi lintas negara menjadi bekal berharga yang membentuk komitmennya terhadap dunia akademik.

Lebih dari sekadar nostalgia Prof. Rizqon (sapaan akrabnya) juga menyampaikan fakta mencengangkan yang patut jadi refleksi bersama. Di Harvard University jumlah mahasiswa Korea Selatan mencapai 700 orang, sementara Indonesia hanya lima. Di Columbia University, Tiongkok mengirimkan 1.100 mahasiswa, sedangkan Indonesia hanya mengirim sebelas. “Ini alarm penting. Negara-negara seperti Korea, Tiongkok, bahkan Malaysia sudah lama serius membekali generasi mudanya dengan pendidikan kelas dunia,” tegasnya.

Ia pun mengajak alumni mahasiswa UIN SATU dan alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk tidak minder dan berani bersaing secara global. Menurutnya anak muda Indonesia saat ini jauh lebih beruntung. Ada banyak beasiswa tersedia seperti LPDP dari Kementerian Keuangan, dan Beasiswa Indonesia Bangkit dari Kementerian Agama.

“Kalau kita hanya bangga dengan gelar S1 kita akan terus jadi konsumen pengetahuan. Padahal yang menguasai sains akan menguasai teknologi, dan yang menguasai teknologi akan menguasai dunia,” ujarnya penuh keyakinan.

Sebagai penutup, Prof. Rizqon menekankan pentingnya mimpi besar. Ia percaya bahwa takdir seseorang tidak jauh dari apa yang ia pikirkan. “Tanamkan sejak sekarang cita-cita untuk kuliah ke luar negeri. Mimpi itu penting, karena arah hidup kita ditentukan oleh apa yang ada di kepala kita.”Dengan penuh semangat, ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton tetapi juga pemain utama dalam kancah ilmu pengetahuan global.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content