Ada kisah menarik yang pantas disimak dari perjalanan seorang alumni UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dialah Jinan, perempuan muda yang berhasil mencatatkan namanya sebagai Wisudawan Terbaik Program Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya.
Bukan jalan yang mudah. Jinan alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN SATU Tulungagung telah menempuh perjalanan panjang hingga akhirnya diwisuda pada Sabtu, 14 Juni 2025 di jenjang Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Prestasi ini tidak lahir dalam sekejap melainkan buah dari perjuangan yang konsisten dan penuh dedikasi.
Sebagai penerima Beasiswa Unggulan dari Kemendikbudristek, Jinan memanfaatkan sepenuhnya peluang yang ia dapatkan. Ia membuktikan bahwa beasiswa bukan hanya sekadar fasilitas finansial, melainkan amanah yang harus dijawab dengan prestasi nyata. Lebih dari sekadar akademisi, Jinan juga aktif menapaki jalur pengabdian. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua PC IPPNU Kabupaten Kediri sebuah posisi strategis yang memperlihatkan kesungguhannya dalam mengembangkan kapasitas generasi muda khususnya kader perempuan NU. Baginya, ilmu bukan sekadar untuk diri sendiri, tetapi harus berdampak bagi komunitas.
Kepada Redaktur Jinan menyampaikan rasa syukur mendalam atas capaian ini. “Prestasi ini saya persembahkan untuk orang tua, para dosen, dan semua pihak yang menjadi inspirasi sekaligus pendukung perjalanan saya,” ungkapnya. Capaian Jinan tidak luput dari perhatian civitas akademika UIN SATU Tulungagung. Luthfi Ulfa Niamah, Koordinator Prodi KPI memberikan apresiasi hangat. “Jinan membuktikan bahwa alumni KPI mampu bersaing di tingkat nasional bahkan di kampus besar seperti Universitas Airlangga, Ini jadi bukti bahwa kualitas lulusan kita semakin diakui,” ujarnya.
Lebih jauh prestasi ini menjadi gambaran tentang bagaimana kampus keislaman seperti UIN SATU Tulungagung bukan hanya mencetak sarjana tetapi juga membentuk pribadi yang kompeten dan kontributif. Jinan adalah salah satu potret dari sekian banyak alumni yang terus mengharumkan almamater. Sebagai redaksi, kami melihat bahwa kisah Jinan layak menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain. Bahwa keterbatasan bukan penghalang, bahwa aktif berorganisasi tidak menghambat prestasi, dan bahwa kampus daerah mampu melahirkan tokoh yang berkelas nasional.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
