Kembangkan Wacana Intelektual Muda: Mahasiswa Ilmu Hadis UIN SATU dan UIN Makassar Perkuat Program Research Series 

Kontributor:

Tulungagung, 20 April 2025- Dalam rangka memperkuat potensi terbuka lebarnya penelitian di bidang ilmu hadis Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung agendakan Research Series. Kegiatan dilakukan secara online dengan menggandeng HMPS IH UIN Alaudin Makassar sebagai pembanding tema kajian. Tema yang diangkat cukup berat, “Reaktualisasi Pemahaman Hadis dalam Konteks Modern Telaah Pemikiran Syuhudi Ismail”. Research Series yang dilaksanakan pada Ahad (20/4/2025) dihadiri Prof. Dr. Arifuddin Ahmad. M. Ag, Guru Besar Ilmu Hadis di UIN Makassar. Karena selisih waktu Indonesia timur dan barat yang berbeda akhirnya agenda tersebut dilaksanakan di jam 12 WIB dan 13 WIT.

“Dipilihnya Prof. Arifuddin karena beliau kami anggap mampu dan memiliki banyak pengalaman baik di dalam ranah kajian hadis maupun sisi sosial dengan Prof. Syuhudi Ismail”. Kata Alfi (Ketua panitia). Senada dengan itu Idris (Ketua HMPS) dalam sambutannya menceritakan sedikit sosok Arifuddin yang tak lain adalah anak ideologis yang pernah menjadi murid Syuhudi Ismail.

Di awal sesi pembahasan difokuskan di pembahasan seputar biografi, karya, pemikiran serta faktor dan implikasi Syuhudi Ismail di dunia akademik. Lebih spesifik pemateri mengajak audiens untuk berbicara dan mendiskusikan tentang uji validitas data-data hadis. Beberapa perasan pemikiran Syuhudi Ismail didiskusikan hingga bertemu di dua titik yang melatar belakangi yakni indikator desain pemikiran dan implikasinya. 

Pembahasan berlangsung lama hampir satu setengah jam. Karena pembahasan yang menarik akhirnya dapat memantik beberapa responden untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Tercatat ada dua penanya yang menanyakan tentang uji validitas metodologi validitas sanad hadis versi Syuhudi Ismail. Satu dari Mahasiswa UIN Tulungagung dan satu dari Mahasiswa UIN Makassar. Arah pembicaraan semakin berat dan terlihat terjadi beberapa perdebatan singkat, tanda munculnya dialektika. Prof. Arifuddin terlihat menawarkan beberapa argumentasi dan sesekali terlihat membuka referensi. Tak jarang beliau memberikan rekomendasi referensi suplemen kepada audiens.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin  

Skip to content