MADAfest Vol. 2: Inkubator Kreativitas Dakwah Digital Generasi Muda di Era 5.0

Kontributor:

Tulungagung – 10 November 2025_ Puncak MADAfest (Manajemen Dakwah Festival) Vol. 2 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tidak hanya tampil sebagai agenda rutin kemahasiswaan, tetapi lebih sebagai ruang lahirnya ekosistem kreatif berbasis dakwah digital. Dengan tema “Manajemen Dakwah di Era 5.0: Dari Kompetensi Menuju Kolaborasi yang Harmonis”, acara ini memperlihatkan bagaimana mahasiswa mengembangkan pendekatan baru terhadap dakwah yang lebih adaptif, kolaboratif, dan transdisipliner.

Di tengah perubahan lanskap dakwah yang kini bergerak ke arah multimedia, seni visual, dan manajemen pesan, MADAfest menjadi laboratorium nyata di mana mahasiswa dapat menguji kemampuan mereka dalam merancang, memproduksi, dan menyebarkan pesan keagamaan melalui berbagai medium. Melalui kompetisi seperti short movie, lomba dai, hingga Musabaqah Syarhil Qur’an, mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi belajar bagaimana mengelola gagasan dakwah menjadi karya yang komunikatif dan estetis. Karya film pendek yang ditampilkan, misalnya, menunjukkan perpaduan antara nilai moral dan kemampuan teknis produksi visual yang relevan dengan karakter generasi Z.

Kehadiran pemateri seperti Dr. H. Ahmad Kafabihi Mahrus dan Dr. M. Syarif Thoyib memberikan konteks akademik yang kuat mengenai urgensi manajemen dalam dakwah modern. Namun, yang membedakan MADAfest tahun ini adalah bagaimana teori tersebut langsung dipraktikkan mahasiswa dalam bentuk kegiatan kreatif. Dengan demikian, acara tidak berhenti pada ceramah, melainkan bergerak pada penguatan kemampuan teknis dan strategis yang dapat digunakan dalam dunia profesional dakwah digital.

Peserta yang hadir dari berbagai program studi juga memperlihatkan bahwa dakwah di era 5.0 bersifat lintas disiplin. Kolaborasi mahasiswa bahasa, komunikasi, hingga seni memperkaya gagasan dakwah yang lebih inklusif. Inilah yang menjadikan MADAfest sebagai wadah interaksi akademik yang dinamis, tempat mahasiswa saling bertukar perspektif dan mempelajari bagaimana pesan keagamaan dapat dikemas dengan cara-cara baru.

Testimoni peserta seperti Faizul Rohmatul Maghfirah dan Kiki dari Sastra Arab menegaskan bahwa MADAfest telah membuka ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk melihat dakwah dari sudut pandang yang lebih kreatif dan strategis. Mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi aktor yang bergerak dalam proses penciptaan pesan dakwah.

Sebagai penutup, MADAfest Vol. 2 menampilkan dirinya bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi sebagai inkubator talenta dakwah masa depan. Dengan pendekatan kreatif, integratif, dan kolaboratif, acara ini menegaskan bahwa mahasiswa mampu merumuskan bentuk dakwah baru yang selaras dengan tuntutan masyarakat digital yang semakin kompleks.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content