Magang di Museum Kota Gede Yogyakarta: Belajar Jadi Edukator dan Menyelami Sejarah Mataram Islam

Kontributor:

Yogyakarta, 02 September 2025_ Lima mahasiswa Sejarah Peradaban Islam UIN SATU Tulungagung mendapat kesempatan berharga untuk melaksanakan magang/ PPL di Museum Kota Gede Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung sejak 2 September hingga 29 Oktober 2025. Museum yang berada di kawasan bersejarah Kota Gede ini memang dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan sekaligus jejak kesejarahan Mataram Islam. Tak heran tempat ini menjadi pilihan menarik untuk menimba pengalaman.

Selama magang para mahasiswa ditempatkan pada divisi edukator. Tugas mereka tidak hanya sebatas menjelaskan koleksi museum kepada pengunjung tetapi juga mendalami sejarah secara lebih kompleks, terutama yang berkaitan dengan perkembangan Kota Gede sebagai pusat awal Kesultanan Mataram Islam. Peran ini membuat mereka merasakan langsung bagaimana menjadi penghubung antara sejarah masa lalu dengan masyarakat masa kini.

Panji Raharjo Mahasiswa SPI menyatakan, salah satu alasan utama memilih Museum Kota Gede sebagai lokasi magang adalah fokus museum ini pada kebudayaan dan kesejarahan Jawa, khususnya Mataram Islam. Dari sana para mahasiswa tidak hanya sekadar membaca buku atau mendengar penjelasan dosen di kelas tetapi benar-benar mengimplementasikan ilmu yang mereka pelajari dalam bentuk praktik nyata. Dengan menjadi edukator, mereka juga berkesempatan menyusun program kerja yang berhubungan dengan edukasi sejarah bagi pengunjung museum.

Panji juga mengatakan bahwa benefit yang mereka diperoleh jelas sangat berarti. Selain pengalaman menjadi edukator, para mahasiswa belajar bagaimana cara menyampaikan pengetahuan sejarah dengan cara yang menarik, komunikatif, dan mudah dipahami oleh beragam kalangan pengunjung. Hal ini tentu saja menjadi bekal penting bagi mereka di dunia kerja maupun akademik. Apalagi Yogyakarta sendiri dikenal sebagai kota yang kaya akan tradisi dan budaya sehingga pengalaman magang di sini memiliki nilai tambah tersendiri.

Skill yang ditawarkan para mahasiswa juga sesuai dengan kebutuhan museum. Dengan kemampuan edukasi yang mumpuni, mereka bisa berkontribusi secara nyata terhadap pengelolaan museum, khususnya dalam mendekatkan sejarah kepada masyarakat. Aktivitas sehari-hari mereka pun cukup padat mulai dari mendampingi pengunjung, menjelaskan koleksi, hingga memperdalam studi sejarah secara langsung dari sumber-sumber di museum. Panji mengaku pengalaman belajar teori di kelas sangat dibutuhkan di program ini. Ia merasa berterima kasih kepada pengelola program studi dan dosen yang telah memberikan gambar pengalaman dan atmosfer keilmuan di kelas.

Lantas, apakah Museum Kota Gede layak direkomendasikan untuk magang berikutnya? Jawabannya sangat layak. Museum ini berada di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan Yogyakarta, sehingga program magang dijalankan dengan baik dan terarah. Mahasiswa tidak hanya dilibatkan, tetapi benar-benar diajak untuk berproses dan berkembang. Dengan segala pengalaman yang diperoleh, magang di Museum Kota Gede terbukti sangat worth it. Para mahasiswa tak hanya belajar sejarah tetapi juga ikut andil dalam upaya menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa. Sebuah pengalaman yang tentu sulit dilupakan.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content