Malang, 19 September 2025_ Magang bukan hanya sekadar kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan untuk mencicipi dunia kerja yang sesungguhnya. Itulah yang dirasakan oleh empat mahasiswa yang sedang menjalani Praktik Pengalaman Lapangan di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang sejak 12 Agustus hingga 30 September. Mereka adalah Muti’ah Muaza, Fayola Nur Maulida, Arina Khalwa, dan Iqtifa Putri Nilamsari.
Iqtifa menuturkan alasannya memilih di perpustakaan politeknik karena di sini ada peningkatan keterampilan dan pengalaman. Yang lebih menarik, ada relevansi kurikulum dengan dunia industri. “Jadi magang ini jadi jembatan untuk menguji sejauh mana teori yang kami dapat di kampus sesuai dengan kebutuhan lapangan,” tutur Iqtifa.
Di perpustakaan ini, mereka ditempatkan di tiga bagian utama layanan sirkulasi, pengolahan, dan multimedia. Namun, bagian multimedia mendapat perhatian lebih karena terbagi dua input dan watermark skripsi/TA, serta pengelolaan konten media sosial dan upload repositori. Iqtifa sendiri kebagian tugas di bidang pengelolaan konten media sosial serta upload repositori. “Di sini aku jadi paham bahwa kerja di perpustakaan itu bukan hanya soal menata buku, tapi juga bagaimana menjadi penyedia jasa yang baik sesuai SOP,” lanjutnya.
Melalui pengalaman ini, para mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis seperti pelayanan perpustakaan, unggah repositori, hingga strategi promosi melalui media sosial, tetapi juga membangun jaringan profesional dan memahami budaya kerja. Menurut Iqtifa, tempat magang ini sangat ideal untuk diteruskan. “Worth it banget. Kalau bisa aku kasih rating 8,5 dari 10. Karena menurutku di sini rata-rata orangnya vokasi, jadi skill yang diperoleh juga lebih banyak,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Lebih dari itu, magang di Perpustakaan POLINEMA memberikan pandangan baru bahwa dunia perpustakaan terus beradaptasi dengan teknologi dan kebutuhan pengguna. Perpustakaan kini bukan hanya ruang membaca, tetapi juga pusat layanan informasi modern.
“Pesan dan kesan saya, magang di perpustakaan politeknik bukan hanya sebagai pelengkap akademik, tetapi sarana untuk merasakan dunia kerja yang nyata. Dari pegawai, tata tertib, pengunjung, hingga prosedur yang ada, semua memberikan pengalaman berharga. Dan yang paling penting, ini sangat selaras dengan keilmuan yang diajarkan di kelas,” tutup Iqtifa.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
