Magang di PSQ Tangerang: Pengalaman Berharga Sekali Seumur Hidup

Kontributor:

Siapa yang tak ingin mendapatkan pengalaman belajar langsung dari para pakar tafsir kaliber nasional? Prof. Quraish Shihab pengarang Kitab Tafsir Al Misbah, Prof. Dr. Said Agil Munawar, dan beberapa tokoh lain misalnya. Itulah yang dirasakan oleh Mochammad Zakiyattau Fiqi, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) semester 8, yang berkesempatan mengikuti program magang di Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Tangerang. Program magang ini dilaksanakan pada 22 September hingga 2 Oktober 2024, sebuah perjalanan singkat yang menurutnya meninggalkan kesan mendalam.

Fiqi mengungkapkan bahwa suasana di PSQ Tangerang sangat menyenangkan dan penuh pengalaman baru. Ia memanfaatkan setiap kesempatan dengan mengasah rasa ingin tahu, salah satunya dengan aktif bertanya kepada pemateri di setiap sesi. Baginya interaksi langsung dengan para ahli tafsir merupakan peluang emas yang tidak boleh disia-siakan. “aku sangat memanfaatkan waktu singkat ketika magang di sana” ungkapnya.

Selama kurun waktu 10 hari magang, Fiqi tidak hanya mengikuti jadwal materi yang telah disusun tetapi juga berusaha memanfaatkan waktu di luar kegiatan resmi untuk memperkaya diri. Ia menekankan pentingnya manajemen waktu agar mampu menyerap sebanyak mungkin pengalaman selama di PSQ. Tradisi Qur’an menurutnya sangat kental dan ramah lingkungan. Jabodetabek yaang dikiranya adalah kota ekstrem ternyata PSQ mampu mematahkan asumsi sekilas itu.

Menurut Fiqi, bertemu langsung dengan para dewan pakar tafsir nasional menjadi momen yang sangat berharga. Selain mendapatkan materi yang menggugah dan menyenangkan ia juga berkesempatan mengakses berbagai karya ilmiah para pakar tersebut. Lebih dari itu, beritanya PSQ memiliki perpustakaan yang kaya akan kitab tafsir dan literatur pendukung yang menambah keseruan proses belajar selama magang.

Selain mendapatkan wawasan baru, Fiqi juga mengaku memperoleh beberapa buku berharga bahkan berkesempatan membeli karya-karya penting. Kepada Mahasiswa IAT yang berkeinginan magang di sana Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan sejak awal, teliti dalam membawa barang, serta aktif dalam diskusi selama magang. Untuk mahasiswa angkatan 2021 dan 2022, Fiqi sangat menyarankan agar lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat bahkan jika memungkinkan menjadi sukarelawan dalam magang.

Dengan seluruh pengalaman itu Fiqi menilai magang ini 10 dari 10. Sebuah pengalaman seumur hidup yang menurutnya sayang jika dilewatkan oleh mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content