Jakarta, 14 Oktober 2025_ Kafa Tsalitsal Kurnia, mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap isu-isu sosial dan lingkungan, baru saja menyelesaikan program magangnya di Yayasan Bina Desa, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dan advokasi kebijakan publik. Bersama rekannya, M. Hidayatuloh, Kafa mengikuti program magang di bidang program dan pengorganisasian. Ia melaksanakan magang sejak 11 Agustus hingga 13 Oktober, sementara rekannya mulai pertengahan Agustus hingga 30 September.
Ketertarikannya sebagai mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama UIN SATU Tulungagung untuk magang di Yayasan Bina Desa berangkat dari minat pribadi terhadap kerja-kerja akar rumput dan organisasi sipil. Menurutnya, pengalaman langsung dalam pemberdayaan masyarakat menjadi ruang belajar penting yang tidak bisa didapat hanya di kelas. Selama magang, Kafa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan advokasi dan pengorganisasian rakyat di sejumlah daerah. Ia berpartisipasi dalam pengantaran gugatan uji materiil di Mahkamah Konstitusi RI dan Aksi Hari Tani Nasional di DPR RI, dua momentum penting dalam perjuangan kebijakan agraria di Indonesia.
Selain itu, Kafa juga memperoleh pengalaman berharga dalam riset, pengolahan data, serta analisis kebijakan publik. Ia belajar langsung mengenai wacana reforma agraria, sebuah isu sentral yang menjadi fokus perjuangan Bina Desa. Dalam keseharian magang, ia juga menjalankan tugas administratif seperti membantu pembuatan dan penyuntingan banner atau poster kampanye advokasi. Salah satu kampanye yang ia bantu adalah tentang dampak tambak udang di Jeneponto yang merusak ekosistem pesisir.
Melalui kegiatan tersebut, Kafa semakin menyadari pentingnya kesadaran sosial-lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap, ke depan bisa berkontribusi dengan cara sederhana, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan dan sosial di sekitarnya, bahkan mengadvokasi lewat jejaring yang dimilikinya.
Menurutnya, magang di organisasi sipil seperti LSM adalah pengalaman yang sangat “worth it”. “Di sana kita bisa merasakan langsung bagaimana kerja sosial dilakukan, terutama dalam memberdayakan masyarakat kecil seperti petani, nelayan, masyarakat adat, dan perempuan,” ujarnya.
Kafa juga menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pembimbingnya, Dian Pratiwi, yang telah merekomendasikan tempat magang tersebut. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi langkah kariernya di masa depan. Ia berencana untuk terus berkiprah di dunia sosial, baik melalui kerja di LSM maupun lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Magang di Yayasan Bina Desa memberi saya pengalaman paling berkesan. Saya belajar arti perjuangan rakyat dari dekat, melihat semangat para petani, pemuda, dan perempuan dalam mempertahankan hak mereka. Itu pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” tutupnya.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
