Tulungagung, 10 Desember 2025_ Komunitas El Himmah, ruang belajar mahasiswa yang berfokus pada kajian Al-Qur’an, hadis, turats, dan wacana keislaman resmi memasuki tahun keduanya pada 10 Desember 2025. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi gerakan intelektual mahasiswa khususnya di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terutama dengan terpilihnya Hanafi Rahmat Ikrom, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, sebagai Ketua Umum baru.
Hanafi Rahmat Ikrom yang akrab disapa Gus Hanafi ditetapkan sebagai Ketua Umum melalui musyawarah dan istikharah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) pada 26 November 2025. Keputusan AHWA ini dipandang sebagai hasil pertimbangan matang yang mencakup aspek spiritual, kapasitas intelektual, hingga kedalaman relasi kepemimpinan. Dalam struktur kepengurusan baru, Hanafi akan didampingi dua WAKIL KETUA Adjie Wahyu Kembara (Mahasiswa IAT) sebagai wakil bidang penguatan internal dan Muhammad Nur Aziz (Mahasiswa MD) sebagai wakil bidang pengembangan eksternal.
Bagi mahasiswa FUAD momen regenerasi ini bukan sekadar pergantian struktur tetapi refleksi perkembangan budaya ilmiah di lingkungan kampus. Jika pada periode sebelumnya Ahmad Misbakhul Amin telah menanam dan mendirikan fondasi kokoh bagi El Himmah sebagai komunitas kajian yang visioner, maka kini Hanafi diamanahi melanjutkan perjalanan itu dengan energi baru. Dalam forum final Muktamar, Hanafi menyampaikan bahwa periode ini bukan lagi sekadar fase pendirian sebagaimana dilakukan Misbah, melainkan fase penguatan dan penciptaan suaka keilmuan yang sejuk dan dialektik. Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari kader, terlebih karena jumlah anggota kini mencapai 114 mahasiswa lintas prodi se UIN SATU Tulungagung.
Pelantikan pengurus baru dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025, di Masjid Baitul Hakim UIN SATU. Serah terima jabatan berlangsung khidmat di hadapan pembina, AHWA, pengurus lama, dan seluruh kader. Bagi banyak mahasiswa prosesi ini menjadi simbol kesinambungan tradisi intelektual yang berakar pada nilai keilmuan klasik namun tetap terbuka pada dinamika wacana kontemporer.
Rifqi As’adah, dosen IAT yang juga salah satu pembina, mengungkapkan rasa syukur atas lancarnya Muktamar tanpa gejolak internal. Menurutnya, kedewasaan kader menjadi bukti bahwa El Himmah menjunjung tinggi etika ilmu dan semangat Al-Qur’an di atas kepentingan struktural. Hal serupa ditegaskan pembina lainnya, Amrullah Ali Moebin, Kajur Dakwah dan Pembina yang menekankan bahwa satu-satunya kedudukan tinggi di El Himmah adalah kesungguhan dalam menuntut ilmu Al Quran dan Hadis.
Dengan kepemimpinan baru dan semangat kolektif para kader El Himmah memasuki tahun kedua sebagai ruang intelektual strategis bagi mahasiswa FUAD menghidupkan tradisi ilmiah, membangun jejaring wacana, dan merawat semangat belajar tanpa henti.
