Jumat, 29 Agustus 2025, Sejumlah 12 mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung merajut khidmah pendidikan. Tepat pukul 16.00 WIB, mereka mengawali Program Pengalaman Lapangan di International Institute for Hadith Sciences yang berlokasi di Pesantren Darus Sunnah, Ciputat, Tangerang Selatan.
Sebanyak 12 mahasiswa hadir langsung dalam kegiatan pembukaan ini didampingi oleh para pengurus serta pengelola pesantren. Bertempat di ruang maktab Ma’had Aly Darus Sunnah, acara berlangsung sederhana namun penuh makna. PPL ini direncanakan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 29 Agustus hingga 7 September 2025, dengan agenda padat seputar kajian hadis, praktik kepesantrenan, hingga penguatan kultur akademik.
Ahmad Misbakhul Amin, selaku koordinator PPL menyampaikan sambutan mewakili mahasiswa. Ia menuturkan bahwa pihak fakultas menitipkan salam hangat sekaligus mengisahkan bagaimana kultur akademik yang tumbuh di UIN Satu Tulungagung. Menurutnya kehadiran mahasiswa di Darus Sunnah bukan sekadar untuk belajar, tetapi juga membangun jembatan akademik antara kampus dan pesantren. “Kami berharap outcome dari PPL ini bukan hanya pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman hidup yang akan memperkaya perjalanan studi kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Ustadz Hari yang mewakili pengurus Ma’had Aly memberikan penjelasan teknis terkait jadwal pembelajaran serta kultur di lingkungan Darus-Sunnah. Ia menegaskan bahwa meskipun PPL hanya berlangsung sepuluh hari, kegiatan tetap akan berjalan kondusif dan terstruktur. “Waktu memang singkat, tapi jika diisi dengan fokus dan kesungguhan, manfaatnya akan terasa besar,” ujarnya.
Ucapan penyambutan juga disampaikan oleh Ustadz Ulin Nuha, Wakil Khodim Pesantren. Ia dengan hangat menyampaikan selamat datang kepada rombongan mahasiswa Ilmu Hadis. Menurutnya, ajakan belajar bersama di pesantren ini adalah langkah positif yang menunjukkan semangat kolaborasi antar lembaga pendidikan Islam.
Dipilihnya International Institute for Hadith Sciences sebagai mitra PPL tentu bukan tanpa alasan. Selain karena ketokohan pendiri pesantren sekaligus pendiri Ma’had Aly Internasional, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Ya’qub seorang ulama hadis terkemuka Indonesia, institusi ini juga dikenal sebagai pusat penguatan rumpun ilmu hadis yang kokoh dan terstruktur berkelas internasional. Pesan beliau dulu sebelum wafat yang sering disampaikan, “Pantang mati sebelum berkarya,” menjadi inspirasi yang terus dihidupkan di Darus-Sunnah hingga kini.
Melalui PPL ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan akademik dalam bidang hadis, tetapi juga menyerap nilai-nilai kepesantrenan yang khas kedisiplinan, ketaatan, dan adab keilmuan. Perpaduan antara kultur akademik kampus dan atmosfer pesantren diharapkan melahirkan generasi ilmuwan hadis yang lebih matang, berkarakter, dan siap memberi kontribusi nyata di masyarakat.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
