Yogyakarta, 21 September 2025_Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pada ajang Festival Santri Multitalenta yang berlangsung di BLPT Yogyakarta, 21 September 2025, tim El Himmah berhasil mengukir nama harum dengan meraih Juara 3 Nasional dalam cabang lomba Musabaqah Fahmil Qur’an. ketiganya adalah Fitri Azizah dari Program Studi Manajemen Dakwah, Alfisya dari Program Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, serta Shima Khoirus Syafaah dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.
Festival Santri Multitalenta merupakan ruang kompetisi bagi para santri dan mahasiswa untuk menunjukkan keterampilan, bakat, sekaligus pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an. Dalam cabang MFQ, peserta dituntut tidak hanya memiliki hafalan yang kuat, tetapi juga kemampuan analisis serta kecerdasan menjawab soal dengan cepat dan tepat. Hal inilah yang menjadi tantangan sekaligus daya tarik tersendiri bagi para peserta.
Salah seorang anggota tim mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah menuturkan bahwa keberhasilan mereka lahir dari proses panjang. Latihan intensif, diskusi soal, dan kebiasaan membaca model pertanyaan menjadi modal utama dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ini. “Skill utama memang hafalan, tetapi dalam MFQ pemahaman soal lebih diutamakan. Itu yang kami asah setiap hari,” jelas Fitri.
Lebih dari sekadar kemenangan, keikutsertaan dalam lomba ini juga membawa pengalaman berharga. Ia menegaskan bahwa tujuan utama mengikuti MFQ bukan hanya meraih prestasi melainkan juga menambah wawasan, memperluas jaringan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. “Saya berharap setelah ini bisa lebih berkembang lagi, dan dari relasi pertemanan yang kami dapat, ada motivasi baru untuk terus belajar,” ujarnya.
Identitasnya sebagai mahasiswa Manajemen Dakwah semakin memperkuat keyakinan bahwa kompetisi ini selaras dengan bidang studinya. Konsentrasi dalam dakwah tidak berhenti pada ruang teori tetapi juga diwujudkan melalui praktik nyata dalam menghidupkan semangat Qur’ani. Menurutnya kemampuan memahami dan menjelaskan pesan Al-Qur’an menjadi bekal penting dalam dunia dakwah yang terus menghadapi tantangan baru. “Bagi saya, MFQ ini adalah basik untuk menekuni Al-Qur’an, karena di Prodi saya dakwah tidak bisa lepas dari pemahaman yang kuat terhadap kitab suci,” tambahnya.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa Manajemen Dakwah mampu bersaing di kancah nasional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an. Semangat yang ditunjukkan tim El Himmah menjadi teladan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di mimbar atau ruang kuliah, tetapi juga melalui arena kompetisi yang menumbuhkan intelektualitas, spiritualitas, dan ukhuwah. Dengan torehan Juara 3 Nasional, mahasiswa Manajemen Dakwah telah menunjukkan bahwa prestasi dan dakwah dapat berjalan seiring, memberi manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan agama.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
