Surabaya, 02 November 2025_ Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Kami 02 November 2025 itu tim Ash Shofiya yang terdiri atas Fitri Azizah (Prodi Manajemen Dakwah), Shima Khoiru Syafa’ah (Prodi Pendidikan Bahasa Arab), dan Alfisya Humaida (Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir) berhasil meraih Juara Harapan I dalam ajang Musabaqah Fahmil Qur’an yang diselenggarakan oleh UKM Pengembangan Tahfidzul Qur’an UIN Sunan Ampel Surabaya. Kompetisi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Festival Qur’ani 2025 yang diadakan di Auditorium UINSA Surabaya.
Kegiatan MFQ ini diikuti oleh 24 tim dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa. Selain menjadi wadah kompetisi ajang tersebut juga berfungsi sebagai sarana pengembangan intelektual dan spiritual mahasiswa. Perlombaan berlangsung dalam suasana khidmat dengan mempertemukan para peserta dengan semangat yang tinggi untuk memperdalam nilai-nilai Al-Qur’an melalui pemahaman, analisis, dan kecakapan argumentatif dalam menjawab berbagai persoalan keislaman.
Tim Ash Shofiya mempersiapkan diri dengan penuh kesungguhan. Menurut Fitri Azizah, motivasi awal mengikuti lomba berawal dari informasi yang diterima melalui grup Komunitas El-Himmah (Pengkaji Al-Qur’an, Hadis, Turats, dan Wacana Keislaman) di UIN Sayyid Ali Rahmatullah. “Saya mendapat info dari grup El-Himmah tentang lomba ini. Karena sudah ada tim MFQ di komunitas tersebut, kami pun sepakat untuk ikut,” ujarnya.
Persiapan dilakukan dengan pembagian fokus materi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing anggota. Mereka menghadapi berbagai tantangan mulai dari pendalaman materi, latihan soal, hingga strategi tim selama kompetisi. Lomba terdiri atas enam sesi babak penyisihan, dua sesi semifinal, dan satu sesi final. Melalui kerja keras dan kolaborasi yang solid, tim Ash Shofiya berhasil menembus babak final, bersaing dengan tiga tim terbaik lainnya.
Shima Khoiru Syafa’ah menuturkan bahwa keikutsertaan mereka semula hanya bertujuan menambah pengalaman dan relasi, namun hasil yang diperoleh menjadi kejutan menyenangkan. “Awalnya kami ikut karena ingin menambah pengalaman dan relasi, tapi ternyata bisa lolos sampai final,” ungkapnya.
Meskipun hanya meraih Juara Harapan I capaian tersebut tidak menyurutkan semangat tim. Sebaliknya, prestasi ini menjadi batu loncatan untuk terus berpartisipasi dalam ajang-ajang serupa di masa mendatang. Bagi mereka, MFQ bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang aktualisasi diri untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikatif dalam bingkai nilai-nilai keislaman.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
