Kediri, 15 Agustus 2025_Tujuh mahasiswa dari Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN SATU Tulungagung melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kediri. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan, mulai 11 Agustus hingga 30 September 2025. Mereka tergabung dalam satu kelompok yang ditempatkan di Bidang Kearsipan, sebuah unit penting yang berperan dalam menjaga dan mengelola dokumen bersejarah serta arsip pemerintahan daerah.
Pemilihan lokasi ini dinilai sangat relevan dengan jurusan mereka. Salah satu peserta, Adib Ibnu Asroq, menuturkan bahwa dunia kearsipan memiliki keterkaitan erat dengan bidang sejarah. “Kami belajar bahwa arsip bukan sekadar kumpulan berkas, tapi bagian dari perjalanan panjang suatu lembaga, bahkan menjadi saksi sejarah yang harus dijaga,” ujarnya. Melalui pengalaman di instansi ini, mahasiswa belajar secara langsung bagaimana proses penyimpanan, pengelolaan, dan pelestarian arsip dilakukan secara sistematis.
Selain mengelola arsip, para mahasiswa juga diberi kesempatan untuk turun ke lapangan melakukan wawancara. Dari sana mereka belajar menarasikan sejarah desa secara langsung berdasarkan sumber lisan masyarakat. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana seorang sejarawan membangun narasi berdasarkan data empiris dan kesaksian masyarakat. “Kami jadi tahu bagaimana menggali cerita sejarah dari masyarakat dan menuliskannya dalam bentuk yang lebih hidup,” tambah Adib.
Lingkungan kerja di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kediri pun digambarkan sangat ramah dan menyenangkan. Para staf bersikap terbuka dan membimbing mahasiswa dengan penuh kehangatan. “Worth it, bahkan sangat worth it karena para pegawainya humble dan tidak ada jarak dengan kami mahasiswa,” kata Adib dengan penuh antusias.
Selain aktif dalam kegiatan PPL, Adib juga dikenal sebagai sosok yang religius. Ia sering menjadi imam salat terutama saat salat Zuhur, yang rutin dilakukan di sela-sela kesibukan kerja. Kehadirannya memberikan suasana spiritual tersendiri bagi rekan-rekan mahasiswa dan staf di lingkungan dinas.
Secara keseluruhan pengalaman PPL di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kediri menjadi pembelajaran yang berharga. Para mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya arsip bagi perjalanan sejarah tetapi juga belajar tentang etos kerja, kedisiplinan, dan kemampuan berkomunikasi profesional. “Recomended banget,” tutup Adib sambil tersenyum puas, menandakan bahwa pengalaman ini benar-benar meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya dan rekan-rekannya.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
