Mencari Uang Tambahan Kuliah dari Live TikTok: Ini Kata Kisah Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam

Kontributor:

Tulungagung- Jurusan Dakwah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah mengundang tiga mahasiswa bertalenta dalam sebuah Event podcast santai. Kegiatan yang dimoderatori oleh Ulfi Nur Faizah itu salah satunya mengundang Muhammad Kemal Nur Huda. Mahasiswa yang akrab dipanggil Kemal itu diundang bersama dua temannya, Aidar Rofiq dan Nurul Muafitasalasa. Podcast dilaksanakan di gedung perpustakaan itu diliput oleh tim SATU TV pada Jumat, 16 Mei 2025.

Di awal sesi kemal menceritakan awal dirinya mencoba belajar secara otodidak tentang media sosial khususnya di TikTok. Menurut ceritanya di tahun 2020 ia pernah satu bulan penuh membuat konten TikTok, tetapi tidak ada kenaikan folowers yang signifikan. Kondisi ini yang membawanya mulai belajar secara otodidak tentang apa dan bagaimana cara menaikkan view, folowers, dan profit dalam algoritma TikTok.

Mahasiswa KPI angkatan 2022 itu menceritakan kegelisahannya di awal usaha dalam membangun branding diri. “Saya sampai pernah jerawatan penuh dan malu dibully teman-teman saya karena jerawat, setelah kondisi saya agak sedikit membaik saya mencoba endors makanan, konten affiliate tas tetapi sekarang saya fokus di live akun pribadi

Disela sela ia menggebu menceritakan memorial pengalamannya ia sedikit memberikan tips kepada sesiapa yang ingin mencoba masuk di dunia konten. Tips ini ia dapatkan dari pengalaman pribadi, boleh diikuti dan boleh diabaikan tuturnya. “Menurut saya di awal-awal kamu harus bisa temukan passion dengan personal brandingmu, kamu dapat mengambil peran sebagai food vloger, kecantikan endors skincare dan apapun itu sampai nemu dan buat konten” tuturnya ketika diminta memberikan pesan dan kesan.

Kini hasil jerih payah yang diusahakannya dari awal tahun 2020 sedikit banyak telah memberikan hasil. Ia mengaku mendapatkan royalti dari endors dan live TikTok yang menjadi rutinitasnya setiap hari. Namun di samping itu ia mengaku tetap belajar untuk memperbaiki diri dengan mengikuti banyak workshop, seminar, dan pelatihan demi meningkatkan peluang kariernya di dunia media sosial.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content