Menelusuri Jejak Majapahit: Pengalaman Magang Mahasiswa SPI di Museum Majapahit Trowulan

Kontributor:

Mojokerto, 06 Oktober 2025_Pengalaman tak terlupakan datang dari Syaihul Ahmad, mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang menjalani magang di Museum Majapahit Trowulan, Mojokerto. Bersama tujuh rekannya, ia melaksanakan kegiatan magang mulai 20 Agustus hingga 20 Oktober 2025, bernaung di bawah BPK Wilayah XI, lembaga yang turut menaungi Museum Majapahit.

Syaihul memilih tempat magang ini karena ketertarikannya pada sejarah dan kebudayaan Majapahit, salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. “Majapahit bukan sekadar masa lalu, tapi juga warisan nilai yang bisa kita pelajari dan wariskan kembali,” ujarnya. Di Museum Majapahit, ia ditempatkan di bagian dokumentasi dan edukasi, bidang yang berperan penting dalam menjaga, merekam, serta memperkenalkan kekayaan sejarah kepada masyarakat luas.

Kegiatan sehari-harinya cukup beragam. Ia bertugas mendokumentasikan aktivitas museum, mulai dari kegiatan pameran, kunjungan pelajar, hingga agenda edukatif lainnya. Selain itu, Syaihul juga membantu memberikan edukasi kepada para pengunjung, terutama pelajar, agar memahami sejarah Majapahit dengan cara yang lebih menarik. “Rasanya menyenangkan bisa menjadi bagian dari upaya mengenalkan sejarah bangsa sendiri,” ungkapnya dengan semangat.

Dari magang ini, ia mendapatkan banyak benefit, baik berupa pengalaman kerja nyata di dunia pelestarian budaya, maupun ilmu sejarah yang lebih kontekstual. Syaihul juga mengasah berbagai skill, seperti komunikasi publik, riset sejarah, dan editing konten dokumentasi. “Kami belajar bahwa sejarah bukan hanya catatan masa lalu, tapi juga tentang bagaimana kita menyampaikannya kembali agar tetap relevan di masa kini,” tambahnya.

Bagi Syaihul, magang di Museum Majapahit adalah pengalaman yang sangat mengesankan. Selain mendapatkan ilmu ia juga memperoleh relasi baru dengan para staf dan rekan sejawat yang ramah serta suportif. Ia menyebut suasana kerja di museum sangat kondusif, penuh semangat belajar, dan terasa seperti satu keluarga. “Nikmati proses dan jalin hubungan baik dengan teman serta staf, itu kunci agar pengalaman magang menjadi bermakna,” katanya.

Menariknya, Syaihul juga mengimplementasikan nilai-nilai dakwah dalam kesehariannya di museum dengan cara menyampaikan pesan-pesan positif Majapahit, seperti semangat persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sosial kepada pengunjung.

Di akhir masa magangnya, Syaihul menyampaikan rasa terima kasih kepada Rizal Zam Zami, selaku dosen pembimbing lapangan, yang telah merekomendasikan tempat magang ini. “Selama di Museum Majapahit, seru banget! Bisa belajar langsung sejarah, kerja bareng tim yang asik, dan nambah wawasan budaya,” tutupnya dengan senyum penuh kebanggaan.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content