Mengabdi Sepenuh Hati: Kisah Restika Cahya Pratiwi dalam KKN Kebangsaan 2024

Kontributor:

Restika Cahya Pratiwi, akrab disapa Restika adalah alumni Program Studi Ilmu Hadis UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung angkatan 2020. Sosoknya dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik melalui beberapa tulisannya, tetapi juga memiliki semangat tinggi dalam pengabdian masyarakat. Saat ini Restika aktif mengembangkan diri di berbagai bidang sosial dan pendidikan dan persiapan melanjutkan Program Magister.

Perjalanan pengabdian Restika dimulai sejak ia menargetkan diri untuk mengikuti KKN Kebangsaan sejak tahun 2022. Ia dengan tekun mempersiapkan diri, bahkan jauh sebelum pendaftaran dibuka. Begitu KKN Kebangsaan lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) membuka seleksi Restika segera mengumpulkan berkas dan mengikuti dua tahap seleksi yakni administrasi dan wawancara. Usahanya membuahkan hasil. Ia resmi terpilih sebagai peserta KKN Nasional.

Restika mengikuti KKN Kebangsaan pada 20 Juli hingga 20 Agustus 2023 di Desa Bengkawan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Ia tergabung dalam satu tim dengan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia seperti Universitas Syah Kuala, Universitas Ahmad Dahlan, ITS Surabaya, dan Universitas Tanjungpura.

Ia mengaku bahwa semangatnya lahir dari dorongan pribadi sejak kecil. Pengalaman menjadi relawan dan bertemu dengan anak-anak yang kurang akses pendidikan menumbuhkan tekadnya untuk hadir langsung di daerah terpencil dan memberikan dampak nyata. Restika sempat merasa cemas ketika tahu desanya berada di tengah hutan tanpa listrik dan sinyal internet. Namun, semua kecemasan itu sirna setelah merasakan kehangatan masyarakat lokal. “ Warga sana baik dan ramah banget, toleran pula” ucapnya kepada redaktur.

Meski berasal dari Ilmu Hadis yang kesehariannya disibukkan dengan kajian keislaman dan berada di lingkungan mayoritas non Muslim ia berusaha adaptasi dengan sepenuh hati. Ia mengajar Bahasa Inggris di sekolah dasar, membantu dokumentasi kegiatan masyarakat, dan mengajarkan Iqro kepada anak-anak Muslim di sana. Bahkan menurut ceritanya semangatnya menginspirasi anak-anak lintas agama untuk belajar bersama tanpa batasan keyakinan.

Menurut Restika pengabdian sejati adalah hadir dan belajar bersama masyarakat. Ia berharap mahasiswa khususnya dari Ilmu Hadis mampu meneladani ajaran Rasulullah dalam menyebarkan kasih sayang dan kepedulian.

Sebagai penutup, ia menitipkan harapan kepada panitia KKN dan LP2M UIN SATU Tulungagung agar terus membuka ruang pengabdian yang inklusif, penuh makna, dan mampu menjembatani mahasiswa dengan realitas sosial yang beragam.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content