Semangat literasi ilmiah di kalangan mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung semakin terasa hidup. Hal ini tampak dalam acara Short Course bertajuk Menulis untuk Mencerahkan: Pelatihan Kepenulisan Ilmiah Bidang Tafsir dan Studi Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh HMPS IAT. Kegiatan ini menghadirkan dua Mahasiswa yang menjadi narasumber muda Ahmad Misbakhul Amin, mahasiswa Ilmu Hadis, dan Saidatun Nisa, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kegiatan yang dimoderatori oleh Muhammad Afan, ini dihadiri oleh seluruh Mahasiswa IAT semester 2.
Bertempat di Kedai Gayeng belakang kampus pelatihan ini berlangsung pada 12 Juni 2025 dari pukul 09.00 hingga waktu Dhuhur. Afan, selaku moderator dan sekaligus panitia acara ini menyampaikan bahwa agenda ini merupakan satu program HMPS yang berorientasi pada skil menulis mahasiswa. Satu alasan diadakannya kegiatan ini, bahwa pengurus HMPS dan pihak pengelola program studi menila, skil menulis adalah skil wajib yang harus dimiliki mahasiswa IAT. Bukan hanya skil menulis tapi juga diimbangi dengan skil riset dan penelitian.
Kegiatan pelatihan dilakukan secara santai dan hangat. Dengan konsep dan pembawaan elegan Saidatun Nisa’ membuka sesi dengan menekankan pentingnya insting riset dan semangat penelitian dalam studi Al-Qur’an. Baginya mahasiswa IAT harus peka terhadap persoalan sosial di sekitar mereka dan mengaitkannya dengan nilai-nilai Al-Qur’an. “Al-Qur’an itu luas, dan fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita adalah pintu masuk untuk menggali pesan-pesan yang relevan,” jelas Mahasiswi yang akrab dipanggil Nisa’. Ia juga mengajak peserta untuk tidak takut memulai riset meski dengan langkah-langkah kecil.
Ahmad Misbakhul Amin melanjutkan dengan membedah sistematika penelitian dan penulisan ilmiah yang tepat. Ia membimbing peserta memahami alur logis dalam menyusun sebuah karya tulis, mulai dari menentukan topik, merumuskan masalah, menyiapkan metodologi, hingga menyusun kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Misbah juga memperkenalkan piranti pendekatan penting yang dapat membantu mahasiswa dalam mengelola referensi dan menulis secara sistematis seperti beberapa teori dan pendekatan.
Keduanya sepakat bahwa literasi ilmiah tidak bisa dibangun dalam sehari. Perlu kesabaran dan konsistensi serta kemauan untuk terus belajar. Diskusi yang berlangsung interaktif pun membuktikan bahwa mahasiswa IAT memiliki antusiasme yang tinggi untuk terjun dalam dunia penulisan akademik. Kegiatan ini menjadi bukti konkret upaya HMPS IAT dalam menumbuhkan budaya literasi ilmiah yang aplikatif di lingkungan mahasiswa. Lewat pelatihan seperti ini diharapkan semakin banyak mahasiswa yang tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an tetapi juga menjadi penulis yang mampu memberikan kontribusi pemikiran untuk umat. Dengan hadirnya sosok-sosok seperti Misbah dan Nisa mahasiswa IAT diajak untuk terus bergerak, berkarya, dan mencerahkan melalui tulisan.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
