Tulungagung, 19 November 2025_ UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tradisi riset dengan menyelenggarakan Coaching Riset 2025, sebuah program pengembangan akademik hasil kolaborasi antara LP2M dan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 19 November 2025 ini mengusung tema Riset Antropologi dan Studi Islam dengan menghadirkan atmosfer akademik yang intens dan bernuansa internasional.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB di Ruang Meeting lantai 2 Gedung Prajanaparamita, pusat kegiatan akademik yang selama ini menjadi ruang bertumbuh para peneliti muda kampus hijau tersebut. Coaching riset ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta memperkuat kemampuan riset para dosen dan mahasiswa terutama dalam mengembangkan pendekatan interdisipliner yang memadukan perspektif antropologi dengan dinamika studi keislaman kontemporer.
Yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini adalah kehadiran Verena Meyer, akademisi dari Leiden University, Belanda. Kehadirannya menjadi bukti komitmen UIN SATU Tulungagung untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkenalkan metodologi riset yang lebih kaya, sistematis, dan berstandar global. Sebagai pemateri utama Verena memberikan pemaparan mendalam mengenai bagaimana riset antropologi mampu membuka ruang pemahaman yang lebih luas terhadap fenomena keagamaan, termasuk dalam konteks masyarakat muslim Indonesia.
Kegiatan ini diikuti oleh para akademisi dari berbagai latar belakang mulai dari dosen hingga mahasiswa lintas prodi. Kehadiran mereka memperlihatkan antusiasme tinggi terhadap penguatan kapasitas riset terutama dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan keilmuan. Interaksi akademik berlangsung dengan sangat hidup, ditandai dengan tujuh penanya yang secara aktif menggali perspektif dan pengalaman sang pemateri.
Salah satu hal yang membuat kegiatan ini terasa sangat berkesan adalah suasana internasional yang begitu kuat. Bahasa yang digunakan dalam sesi diskusi tidak hanya bahasa Indonesia tetapi sangat didominasi oleh bahasa Inggris. Hal ini tidak hanya mencerminkan kenyamanan pemateri dalam menjelaskan materi tetapi juga menunjukkan kesiapan para peserta untuk terlibat dalam percakapan akademik global. Momentum ini menjadi latihan berharga bagi mahasiswa dan dosen dalam membiasakan diri berinteraksi dalam forum akademik bertaraf internasional.
Coaching Riset 2025 menjadi ruang penting tumbuh kembang bagi UIN SATU Tulungagung dalam membangun tradisi riset yang progresif dan terbuka. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat orientasi kampus sebagai pusat pengembangan studi Islam yang mampu bersaing di tingkat global melalui kolaborasi, pengembangan metodologi, dan pengayaan perspektif lintas disiplin.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
