Menunjang Pengembangan Kompetensi, Mahasiswa Manajemen Dakwah Belajar Langsung di PT Menara Kamilah

Kontributor:

Tulungagung, 20-21 Juni 2025_ Untuk menjawab tantangan dan problematika dunia biro perjalanan haji dan umrah yang kian kompleks Program Studi Manajemen Dakwah menggelar kegiatan “Kuliah Luar” di PT Menara Kamilah Tulungagung. Kegiatan ini mengangkat tema Penguatan Biro Haji dan Umroh: Menuju Pelayanan yang Amanah, Mumpuni, Inovatif, dan dengan Semangat Niat Mengabdi. Temanya sangat urgen dan aktual karena sebagai refleksi atas kondisi di lapangan yang masih menunjukkan adanya praktik biro haji tidak bertanggung jawab.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dan dimulai Jumat, 20 Juni 2025 pukul 13.00 WIB hingga Sabtu, 21 Juni 2025 pukul 16.00 WIB. Kegiatan diagendakan di kantor PT Menara Kamilah, Kampungndalem Tulungagung. Tampak dalam agenda ini mahasiswa MD tidak hanya duduk mendengarkan tetapi juga terlibat aktif dalam praktik nyata biro haji dan umrah mulai dari manasik hingga perancangan bisnis biro perjalanan sendiri.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting dari lingkungan akademik seperti Dr. Mutrofin, M. Fil. I (Koordinator Program Studi MD), Dr. Zulfa Ismawati, M. Pd, Aminatul Umah, M.Pd.I, dan Dr. Samsul Rifa’i, M.Pd.I selaku dosen pendamping. Sementara dari sisi praktisi hadir di acara itu Ustadz Shoib Mukhlas, Lc., seorang muthowif dan tour leader berpengalaman serta penyuluh agama di Kabupaten Tulungagung.

Acara ini tidak hanya sekadar kunjungan biasa. Di bawah bimbingan langsung Hj. Aini Qoriroh, Direktur PT. Menara Kamilah, mahasiswa MD dilibatkan dalam simulasi dan praktik nyata manajemen biro haji. Konsep acara dibagi menjadi empat bagian utama yakni pembukaan, penyampaian materi, praktik lapangan, dan evaluasi akhir.

Materi yang diberikan mencakup manajemen dan administrasi biro haji, fikih haji dan umrah, hingga teknik komunikatif efektif bagi jamaah. Mahasiswa menerima pemaparan materi yang kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung seperti manasik, menjadi tour leader dan Muthowif, hingga menyusun simulasi rencana biro haji dan umrah secara lengkap. Pembelajaran dan praktik ini yang kemudian dikoreksi langsung oleh pihak biro.

Sebanyak 45 mahasiswa dari semester 2 hingga 6 terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satunya adalah Moch. Nur Aziz Syafi’udin yang menjadi peserta sekaligus anggota seksi acara. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momen berharga untuk menyerap ilmu yang tidak bisa diperoleh hanya dari bangku kelas. “Alhamdulillah saya senang banget, biasanya kalau di kelas cuma diskusi teori saja tapi sekarang kita terjun langsung, jadi langsung tahu lapangannya” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak melulu harus di ruang kelas. Ketika mahasiswa dibekali dengan pengetahuan praktis dari dunia kerja, mereka tidak hanya memahami teori. Ia akan memahami pula tantangan dan nilai-nilai profesionalisme yang harus diemban apalagi dalam dunia pelayanan ibadah yang menyangkut amanah, keselamatan, dan kenyamanan umat.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin.

Skip to content