Tulungagung, 18 April 2025- Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melangsungkan agenda Forum Diskusi Mahasiswa. Kegiatan yang dikenal dengan istilah FORSIMA ini diadakan kali pertama di kepengurusan HMPS pasca pelantikan dua bulan lalu. Diskusi dilakukan di warung kopi tepatnya di Angkringan Lawe 3. Alasan mendasar diagendakannya diskusi di warung kopi ini adalah bahwa HMPS MD berkomitmen untuk menghidupkan wacana bukan hanya di lingkar kampus tapi juga ke beberapa tempat yang dalam narasi spontan dilihat sebagai tempat yang sederhana yakni warung kopi.
FORSIMA dipimpin oleh Nanda Yuliani Putri sebagai moderator, salah seorang mahasiswa Manajemen Dakwah semester empat yang memiliki kecakapan dalam public speaking. Lebih spesifik kegiatan diskusi ini hadir Muhammad Khadiqun Nuha. Ia adalah salah seorang dosen program studi manajemen dakwah yang memiliki kecenderungan dan spesifikasi keilmuan di bidang konten kreator dan digital dakwah. Hal ini senada dengan tema pembahasan “ Refleksi Agama di Era Post Thurt dalam Media Sosial”.
Pembahasannya menarik, peserta juga tampak responsif dan antusias sehingga dapat menghidupkan suasana diskusi secara epik dan etik. Tertanda ada dua pertanyaan muncul, dari Sidis dan Asy’aril. Pertanyaannya seputar dunia dakwah yang dirasa semakin hari tidak justru terkontrol tambah justru terbeka lebar potensi kecelakaan intelektual di situ. Pemateri pun memberikan solusi dan beberapa trik khusus kepada keduanya. Walhasil harapan yang diinginkan oleh Sofi (Wakil Ketua HMPS) adalah bahwa ke depannya tradisi positif seperti ini terus dilanjutkan agar pengembangan ilmu dapat terus dilestarikan senada dengan wacana keilmuan yang terus dimunculkan.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
