Penerapan Fenomenologi dan Studi Kasus dalam Penelitian Psikologi: Penguatan Metodologi di Program Studi Psikologi Islam

Kontributor:

Tulungagung, 08 Desember 2025_ Program Studi Psikologi Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menggelar kegiatan akademik yang berorientasi pada penguatan metodologi penelitian kualitatif. Hari itu berlangsung sebuah kuliah pakar bertajuk “Penerapan Fenomenologi dan Studi Kasus dalam Penelitian Psikologi”, yang menghadirkan Mohammad Mahpur, akademisi sekaligus peneliti senior dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang multimedia Gedung SZ lantai 3, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.

Acara ini diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa Psikologi Islam serta lima dosen home base yang secara aktif terlibat dalam pengembangan kurikulum dan riset keilmuan. Kehadiran civitas akademika, termasuk Koordinator Program Studi, Germino Wahyu Broto, memberikan nuansa diskusi yang hidup. Dalam sambutannya, Germino menyoroti dinamika pembelajaran metode kualitatif yang selama ini diberikan kepada mahasiswa. Ia secara terbuka mengakui bahwa keragaman latar akademik para dosen menghadirkan kekuatan sekaligus tantangan. “Kita mengakui adanya kelemahan kualitatif yang kita berikan ke mahasiswa. Ini juga kelebihan, mengapa? Karena dosen dari berbagai universitas jadi punya mazhab yang berbeda-beda. Tolong Pak Mahpur berikan arahan baru bagaimana metode itu dilakukan dengan sempurna,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi pintu masuk bagi diskusi mendalam mengenai pemahaman metodologis yang lebih terstruktur. Mohammad Mahpur, sebagai pemateri, memaparkan pentingnya konsistensi paradigma dalam penelitian kualitatif, khususnya ketika menggunakan pendekatan fenomenologi dan studi kasus. Ia menekankan bahwa dua pendekatan tersebut bukan hanya soal teknik pengumpulan data, melainkan cara memahami realitas psikologis yang dialami subjek secara mendalam dan kontekstual. Mahpur juga memberikan contoh-contoh konkret mengenai langkah prosedural yang dapat diterapkan mahasiswa ketika merumuskan pertanyaan penelitian, melakukan wawancara mendalam, hingga merancang analisis tematik yang sesuai dengan kaidah ilmiah.

Kegiatan ini dipandu oleh Faruq, dosen Psikologi Islam yang juga menjabat sebagai Leader Laboratorium Psikologi. Dengan gaya moderasi yang interaktif dan komunikatif, diskusi berjalan dinamis serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertanya mengenai problem riset yang mereka hadapi. Banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta klarifikasi terkait praktik penelitian kualitatif yang selama ini menjadi tantangan metodologis di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Psikologi Islam berupaya memperkuat mutu akademik sekaligus menegaskan komitmennya dalam membentuk kultur penelitian yang kokoh. Pemahaman mendalam tentang fenomenologi dan studi kasus diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan kepekaan ilmiah sekaligus keterampilan riset yang lebih matang, relevan, dan berorientasi pada pengembangan ilmu psikologi Islam secara integratif dan kontekstual.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content