Pengalaman Magang Berkesan di Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk: Cerita Mahasiswa MD

Kontributor:

Nganjuk, 19 September 2025_ Magang menjadi salah satu wadah penting bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. Hal ini pula yang dialami oleh Muhammad Amiruddin Al-Faqih, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah, yang menjalani kegiatan magang di Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, tepatnya di Bagian Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam. Kegiatan magang ini dilaksanakan mulai 15 September hingga 25 Oktober 2025, bersama tujuh rekan lainnya, yaitu Zulfa Rahma, Layla Eviana, Nihla Nadida, Wardatul Jamilah, Mahdiya, Arba’atun Sholekah, serta Ridwan Bagas Pamungkas.

Alasan Amir memilih Bimas Islam sebagai tempat magang bukan tanpa pertimbangan. Ia menilai bahwa bidang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan konsentrasi dakwah yang diambilnya di bangku kuliah. Melalui magang ini, ia berharap dapat memahami bagaimana praktik dakwah dan pembinaan keagamaan diterapkan dalam lingkup kelembagaan pemerintahan, khususnya di bawah koordinasi Kementerian Agama.

Selama menjalani magang, Amir memperoleh banyak benefit dan pengalaman berharga. Ia belajar secara langsung mengenai tata kelola administrasi dan kegiatan Bimas Islam, mulai dari pendataan laporan KUA se-Kabupaten Nganjuk, pelaksanaan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin), program Sapa Penyuluh, hingga kegiatan monitoring keagamaan di lapangan. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan banyak ilmu tambahan dari Kasi Bimas Islam, Dawut Maulan, S.Pd., serta para pegawai lainnya yang dengan sabar memberikan arahan dan bimbingan.

Dalam praktik kesehariannya, Amiruddin turut membantu pendataan berkas-berkas dari KUA, Masjid, dan Majelis Taklim se-Kabupaten Nganjuk, serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan luar kantor. Ia juga menawarkan kemampuan dalam penataan arsip dan pengelolaan data, memastikan seluruh dokumen tertata rapi dan mudah diakses. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menambah keterampilan teknis, tetapi juga melatih kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab.

Selain itu, Amiruddin juga berupaya mengimplementasikan ilmu dakwah yang ia pelajari di kampus melalui kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama maupun KUA. Ia mengadaptasikan kegiatan tersebut ke dalam literasi dakwah digital, dengan menulis laporan kegiatan dan refleksi di blogspot serta media sosial.

Amiruddin menilai bahwa magang di Kementerian Agama sangat worth it, terutama bagi mahasiswa yang ingin memahami struktur kerja birokrasi dan pelaksanaan program keagamaan di tingkat daerah. Ia juga merekomendasikan tempat ini karena membuka peluang bagi berbagai kalangan mulai dari mahasiswa UIN SATU, UNESA, hingga siswa SMA untuk belajar langsung dari lingkungan kerja pemerintahan yang profesional dan sarat nilai pengabdian.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content