Pengalaman Magang Berkesan di Perpustakaan A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang

Kontributor:

Jombang, 26 Agustus 2025_Pengalaman magang menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan akademik mahasiswa, begitu pula yang dirasakan oleh Mar’atus Sholihatul Layyina. Ia adalah mahasiswa yang berkesempatan menjalani praktuik pengalaman lapangan  di Perpustakaan A. Wahid Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Bersama empat rekannya Siti Ayinun Nisma dari Tulungagung, Ilza Laili Septina dari Sumatra Selatan, Ummu Hunainah dari Lamongan, dan M. Ulil asal Jombang ia melaksanakan kegiatan magang selama kurang lebih 50 hari terhitung sejak 13 Agustus hingga 3 Oktober 2025.

Mar’atus ditempatkan di bagian ruang privasi (privacy room), sebuah ruang istimewa yang menyimpan berbagai manuskrip kuno bernilai sejarah tinggi termasuk kitab tulisan tangan KH. Hasyim Asy’ari serta Al-Qur’an pribadi milik beliau. Selain itu ruang tersebut juga menyimpan terbitan berseri sejak sebelum kemerdekaan dan sejumlah arsip penting lainnya. Keberadaan koleksi unik inilah yang menjadi alasan kuat mengapa Mar’atus memilih Perpustakaan Tebuireng sebagai tempat magangnya. Ia ingin mempelajari secara langsung bagaimana pustakawan menjaga, merawat, dan mengelola naskah kuno agar tetap lestari di tengah tantangan zaman.

Selama magang, Mar’atus banyak mengimplementasikan teori yang ia dapat di bangku kuliah. Ia aktif melakukan input dan pengeditan data bibliografi menggunakan aplikasi SLiMS, mencetak label buku, serta membantu proses inventarisasi koleksi baru. Ia juga terlibat dalam beberapa pekerjaan administrasi dan pengecekan koleksi, menjadikannya lebih memahami dunia kerja pustakawan secara nyata. Menurutnya, pengalaman ini membuat ilmu yang ia pelajari terasa lebih hidup dan bermanfaat.

Bagi Mar’atus, pengalaman magang di Tebuireng tidak hanya memperkaya kemampuan teknis, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang dedikasi terhadap pelestarian ilmu dan sejarah pesantren. Ia menilai tempat tersebut sangat layak direkomendasikan bagi mahasiswa ilmu perpustakaan, dengan nilai 8 dari 10. “Saya merasa pekerjaan saya selama magang cukup ekuivalen dengan ilmu yang saya pelajari di kampus, terutama dalam bidang pengolahan bahan pustaka perpustakaan,” ungkapnya.

Menutup refleksinya, Mar’atus menyampaikan bahwa magang di Tebuireng adalah pengalaman yang tak ternilai. Ia tidak hanya belajar menjadi pustakawan profesional, tetapi juga menyerap nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas yang melekat kuat di lingkungan pesantren warisan KH. Hasyim Asy’ari tersebut.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content