Tulungagung, 27 Oktober 2025_ Menulis akademik tidak lagi sekadar tugas kuliah tetapi menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa untuk mengasah cara berpikir ilmiah dan mengekspresikan gagasan secara kritis. Semangat inilah yang tampak jelas dalam kegiatan Penguatan Academic Writing yang diselenggarakan di lantai dua Gedung Prajna Paramita, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga waktu Zuhur yang diikuti oleh 50 mahasiswa Manajemen Dakwah semester 3 dan 5. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN SATU Tulungagung. Suasana kegiatan terasa dinamis sejak awal, dipenuhi semangat mahasiswa yang ingin belajar menulis lebih baik di tengah derasnya arus informasi digital.
Didin Wahyudi, sekretaris LP2M yang juga dosen Manajemen Dakwah, memimpin kegiatan ini dengan penuh antusias. Ia menegaskan bahwa academic writing bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter ilmiah mahasiswa. “Menulis berarti berpikir. Semakin sering menulis, semakin tajam pula cara kita membaca dunia,” ujarnya membuka acara.
Pemateri utama, Anis Sukmawati, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya hadir dengan gaya penyampaian yang hangat dan inspiratif. Ia membagikan kiat-kiat praktis agar mahasiswa mampu menulis ilmiah tanpa merasa terbebani. Menurutnya, kunci utama adalah keberanian memulai. “Banyak orang gagal bukan karena tidak bisa menulis, tapi karena terlalu takut untuk menulis. Tulislah dulu, revisi kemudian,” tuturnya sambil tersenyum.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul. Alief, salah satu mahasiswa dengan jujur bertanya bagaimana cara menjaga motivasi menulis di tengah rasa kantuk saat membaca referensi. Pertanyaan itu mengundang tawa seluruh ruangan, namun dijawab serius oleh pemateri. “Biasakan membaca hal yang menarik dulu. Jangan paksakan diri langsung ke jurnal berat. Nanti pelan-pelan selera ilmiah akan tumbuh,” jawabnya bijak.
Mahasiswa lain seperti Nur Aziz dan Ilham juga turut menyampaikan pertanyaan seputar gaya penulisan, riset sederhana, hingga strategi publikasi artikel ilmiah di jurnal kampus. Diskusi berjalan hangat memperlihatkan bahwa generasi muda kini mulai sadar pentingnya menulis sebagai bentuk kontribusi ilmiah terhadap masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi respons terhadap tren akademik yang semakin menuntut mahasiswa untuk aktif menulis dan berpikir kritis. Di tengah tantangan zaman digital yang sering membuat fokus terpecah, kegiatan Penguatan Academic Writing ini menjadi ruang refleksi dan latihan bagi mahasiswa untuk menulis dengan sadar, kritis, dan bermakna. Dari lantai dua Gedung Prajna Paramita, semangat menulis ilmiah kembali disulut menjadi tanda bahwa budaya akademik masih tumbuh kuat di kampus hijau UIN SATU Tulungagung.
Penulis: Ahmad Misbakhul Amin
