Pernah Gagal, Mahasiswa Manajemen Dakwah UIN SATU Raih Juara III Lomba Dai se-Pulau Jawa

Kontributor:

Salatiga – Kegagalan pada kesempatan pertama pada tahun lalu sama sekali tidak menyurutkan semangat Moch. Nur Aziz Syafi’udin untuk kembali mencoba. Moch. Nur Aziz Syafi’udin, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (MD) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berhasil meraih Juara III Lomba Dai se-Pulau Jawa dalam ajang Pagelaran Festival Dakwah (Lafesda) 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN Salatiga pada Selasa (09/06/2026).

Pencapaian ini terasa istimewa bagi Nur Aziz. Pada Lafesda tahun sebelumnya, ia belum berhasil melangkah ke babak final karena hanya menempati peringkat ke-13, sedangkan panitia hanya mengambil 10 peserta terbaik. Pengalaman tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk kembali mengikuti kompetisi serupa pada tahun ini.

“Pada tahun lalu saya mengikuti Lafesda, saya belum berhasil untuk lolos ke babak final. Saat itu saya berada di peringkat 13, sementara finalis hanya diambil 10 besar. Tahun ini saya mencoba kembali, alhamdulillah berhasil lolos dengan peringkat 7 di babak penyisihan dan akhirnya meraih Juara 3 pada babak final,” ujarnya.

Kompetisi diawali melalui tahap seleksi daring dengan mengunggah video dakwah pada akun Instagram masing-masing peserta. Setelah dinyatakan lolos ke babak final, Nur Aziz harus mempersiapkan diri dalam waktu yang relatif singkat karena tema lomba baru diberikan oleh panitia pada H-3 pelaksanaan.

Di tengah persiapan tersebut, ia mengaku sempat diliputi rasa overthinking. Dari sepuluh finalis yang lolos, hanya tiga peserta yang akan ditetapkan sebagai pemenang. Situasi tersebut sempat menimbulkan keraguan terhadap kemampuannya. Meski demikian, Nur Aziz berusaha menjadikan tekanan tersebut sebagai dorongan untuk memberikan penampilan terbaik.

Dengan pendampingan dosen Program Studi Manajemen Dakwah serta Afina Sholikatu Naim selaku pembina Divisi Syarhil Qur’an dan Dai Komunitas El Himmah, ia memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menghafal materi dan memperdalam teknik penyampaian ceramah.

Pada babak final, Nur Aziz memperoleh tema “Quarter-Life Blueprint Pemuda Muslim Menuju Kemandirian dan Kemaslahatan Umat” dan membawakannya melalui judul ceramah Langkah Relevan Pemuda dalam Membangun Peradaban Bangsa. Penampilannya dinilai unggul dari segi substansi materi, retorika, serta penguasaan panggung di hadapan dewan juri.

Suasana kompetisi berlangsung dinamis dan penuh tantangan. Seluruh finalis menampilkan kemampuan terbaiknya sesuai nomor urut yang telah ditentukan. Dukungan dari peserta lain dan penonton turut menambah semarak jalannya perlombaan, sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi setiap finalis untuk tetap tampil percaya diri.

Bagi Nur Aziz, pencapaian tersebut bukanlah titik akhir, melainkan langkah awal untuk terus mengembangkan kapasitas diri, khususnya dalam bidang dakwah. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.

“Jangan takut mencoba kembali meskipun pernah gagal. Bisa jadi keberhasilan hanya menunggu satu langkah lagi dari usaha kita,” pungkasnya.

Prestasi yang diraih Nur Aziz sekaligus menunjukkan bahwa proses pembelajaran di Program Studi Manajemen Dakwah tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengaktualisasikan kemampuan dakwah secara nyata melalui berbagai ajang kompetisi. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah juga terus mendukung mahasiswa untuk berani mengeksplorasi potensi diri dan mengembangkan kapasitasnya di tingkat regional maupun nasional.

Penulis: Friska Novi Rahmadani

Skip to content