PPL di Kemenag Kota Blitar: Belajar Dunia Kerja Lembaga Keagamaan

Kontributor:

Blitar, 08 September 2025_ Sebanyak tujuh mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tengah menjalani magang di Kantor Kementerian Agama Kota Blitar. Magang ini berlangsung sejak 8 September hingga 18 Oktober 2025, dengan total durasi sekitar 40 hari. Mereka adalah Abdurrohman As Sidis selaku koordinator, bersama enam rekannya yakni M. Widadil Haq, Khodijaul Mukaromah, Umi Nur Hanifah, M. Faisal Akbar, Ridho Aji Pamungkas, dan Amelia Putri Handani.

Kegiatan PPL ini dirancang dengan sistem rolling mingguan. Setiap mahasiswa mendapat pengalaman berbeda di berbagai bidang, baik di Kantor Kemenag maupun di Kantor Urusan Agama Kecamatan sekitar. Di kantor mereka ditempatkan di sejumlah bagian seperti PTSP, Haji, Pendidikan Madrasah, Bimbingan Masyarakat (Bimas), Urusan Umum, Penyuluhan Agama Islam (Pakis), hingga Unit Pengelola (UP). Dengan sistem tersebut para mahasiswa berkesempatan mengenal secara langsung seluk-beluk birokrasi di lembaga keagamaan.

Menurut Abdurrohman As Sidis, alasan mereka memilih Kemenag Kota Blitar sebagai lokasi magang cukup beragam. Secara umum mereka ingin memperoleh pengalaman baru di dunia kerja yang relevan dengan jurusan Manajemen Dakwah. Namun secara pribadi Sidis mengaku juga ingin memperluas relasi di kampung halamannya sendiri sekaligus memahami secara mendalam sistematika kerja lembaga Kemenag.

“Yang pasti, benefit yang kami peroleh sejauh ini adalah pengalaman dan relasi baru. Kami belajar bersosialisasi, memanajemen organisasi, hingga bagaimana lembaga mengoperasikan media sosial sebagai jembatan dengan masyarakat,” ujarnya ketika ditanya Redaktur.

Skill yang ditawarkan pun beragam. Sidis misalnya, membawa kemampuan public speaking, manajemen organisasi, menulis, hingga editing. Dengan keahlian itu, ia merasa bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan lembaga sesuai pembagian jadwal magang. Dalam keseharian, ia saat ini mendapat giliran magang di KUA Kecamatan Sanan Kulomn. Ia terlibat langsung dalam proses pelayanan pernikahan, mulai dari persiapan Bimbingan Perkawinan (Bimwin), pembuatan surat rekomendasi nikah, penataan arsip dan digitalisasi dokumen, persiapan buku nikah, hingga menyaksikan prosesi akad di KUA.

Meski magang baru berjalan sekitar 25%, Sidis menilai Kemenag Kota Blitar cukup layak dijadikan lokasi magang, terutama bagi mahasiswa yang ingin belajar manajemen dakwah. Ia menambahkan, magang ini mengajarkan tentang bagaimana lembaga keagamaan berjalan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, hingga mengelola administrasi secara sistematis. “Kalau ditanya worth it atau tidak, saya bisa bilang sejauh ini worth it. Kemenag memberi pengalaman nyata tentang manajemen dakwah di ranah birokrasi,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content