Seminar Nasional dan Puncak Festival Sosiologi ke-4: Menggagas Masa Depan Sosiologi Agama di Tengah Tantangan Profesi

Kontributor:

Tulungagung, 20 Oktober 2025_Menjadi hari penting bagi seluruh mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Bertempat di auditorium Gedung KH. Saifuddin Zuhri lantai enam, berlangsung Seminar Nasional dan Puncak Festival Sosiologi (SOSFEST) ke-4, sebuah agenda tahunan yang menggabungkan semangat akademik dan kreativitas mahasiswa. Acara yang digagas dan dilaksanakan oleh HMPS SA ini menjadi ajang refleksi sekaligus ruang dialog bagi civitas akademika dalam menghadapi perubahan zaman yang serba cepat.

Dengan mengusung tema “Sosiologi Agama di Persimpangan Zaman: Membangun Karier di Tengah Tantangan Profesi”, seminar ini menghadirkan dua narasumber nasional yang kompeten di bidangnya. Pertama, Wasisto Raharjo Jati, peneliti dari BRIN Jakarta memaparkan pandangannya tentang bagaimana disiplin sosiologi agama perlu beradaptasi dengan tantangan globalisasi dan digitalisasi. Sementara itu, Moch. Chabibi Syafiuddin seorang pengamat intelijen dan keamanan nasional memberikan perspektif menarik mengenai dinamika sosial-keagamaan dalam konteks keamanan dan kebijakan publik.

Acara yang dimulai pukul 08.00 ini semakin terasa khidmah saat seluruh peserta menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Mars UIN SATU” dengan penuh semangat. Rangkaian sambutan pun disampaikan secara berurutan oleh Ketua Pelaksana SOSFEST 2025, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosiologi Agama, dan Refki Rosyadi selaku Koordinator Program Studi Sosiologi Agama. Dosen yang percaya diri dengan kemanisannya ini melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol puncak acara.

Qumil Muchtarisa selaku koordinator acara menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar. “Semoga momentum ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa Sosiologi Agama untuk terus berinovasi dan berkiprah di tengah tantangan zaman,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan intelektualitas SOSFEST ke-4 bukan hanya sekadar acara tahunan melainkan wujud nyata komitmen mahasiswa Sosiologi Agama dalam membangun masa depan ilmu sosial keagamaan yang relevan, progresif, dan berdaya saing.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content