Seminar Psikoedukasi: Remaja Cerdas, Remaja Tangguh di SMKN 2 Boyolangu

Kontributor:

Tulungagung, 18 September 2025_ HMPS Psikologi Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk Seminar Psikoedukasi pada Rabu, 18 September 2025. Acara yang berlangsung di Hall Lantai 2 SMKN 2 Boyolangu tersebut mengusung tiga tema utama, yaitu “Remaja Cerdas Remaja Tangguh: Selaraskan Pikiran dan Perasaan,” “Kenali Batas Diri: Emosi Mengalahkan Logika,” serta “HIV/AIDS.”

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMKN 2 Boyolangu dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah, Eko Wahyu Listiono, serta guru pendamping. Turut hadir pula Germino Wahyu Broto selaku Koordinator Prodi Psikologi Islam. Adapun penyuluh materi berasal dari Tim Psikologi Komisi Penanggulangan AIDS, yaitu Relia Siska, Ifada Nur Rohmaniah, dan Eko Shamsul Huda.

Pemilihan tema dalam seminar ini berangkat dari problematika khas masa remaja yang dinamis. Pada fase ini, remaja sering menghadapi pertentangan antara dorongan emosional dan nalar logis. Oleh karena itu, diperlukan intervensi psikoedukatif untuk membantu mereka menyelaraskan pikiran dan perasaan. Selain itu, penguatan kecerdasan emosional diharapkan mampu membuat remaja lebih mengenali batas diri, sehingga emosi tidak mendominasi logika dalam mengambil keputusan. Tema HIV/AIDS juga dipilih karena kelompok usia remaja kerap berada pada tahap awal yang rentan terpapar penyakit tersebut akibat kurangnya pemahaman tentang pencegahan dan gaya hidup sehat.

Secara umum, kegiatan berlangsung dengan baik dan kondusif. Antusiasme peserta tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Pihak narasumber juga mengungkapkan kepuasan atas respons positif yang ditunjukkan siswa. Bahkan pihak sekolah menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat diperluas melalui program intervensi dan asesmen psikologis lain yang lebih aplikatif.

Dalam refleksinya, Germino WB memberikan saran agar kegiatan semacam ini juga diperluas ke jenjang SMP atau sederajat, dengan tujuan lebih preventif. Selain itu, pengembangan ke tema lain yang relevan dengan dunia remaja juga menjadi rekomendasi penting.

Adapun outcome kegiatan ini cukup signifikan. Siswa memperoleh insight baru untuk berpikir lebih matang dalam menentukan arah hidup, tidak gegabah, serta mampu mengendalikan diri. Selain itu, muncul kesadaran pentingnya self-care, gaya hidup sehat, dan pencegahan HIV/AIDS. Keterbukaan peserta terhadap isu-isu tersebut menunjukkan adanya proses internalisasi nilai yang berdampak pada pembentukan perilaku remaja yang lebih bijak dan bermartabat.

Dengan demikian, kegiatan seminar psikoedukasi ini tidak hanya menjadi wadah transfer pengetahuan, tetapi juga ruang transformasi kesadaran psikologis dan sosial bagi remaja.

Penulis: Ahmad Misbakhul Amin

Skip to content